PSI Minta Ade Armando Intropeksi, Tak Ngomong Urusan Partai Lagi

Sedang Trending 54 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus mengingatkan Ade Armando telah terlalu jauh ikut kombinasi urusan internal partai setelah resmi mundur sebagai kader.

Alih-alih berkomentar soal PSI, menurut Bestari sebaiknya Ade Armando bisa berkaca namalain melakukan intropeksi. Dia menegaskan PSI juga tidak bakal terlibat dalam kasus norma nan sekarang menjerat Ade atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian mengenai Wapres ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada baiknya kerabat Ade Armando introspeksi diri dan menata diri sendiri dan tidak turut kombinasi mengurusi lembaga PSI dari sini dan ke depan," katanya saat dihubungi merespons sejumlah pernyataan Ade dalam wawancara di siniar kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking pada Senin (11/5)

Menurut Bestari, Ade Armando sudah terlalu jauh ketika berbincang dalam siniar tersebut bahwa  ada pihak di internal PSI nan sejak lama menginginkannya keluar dari partai.

"Kami menilai Ade Armando sudah terlalu jauh masuk ke ruang nan dia tidak berkewenangan dan dia tidak kompeten," ujar Bestari.

Apalagi, kata dia, sejak Kongres terakhir di Solo, Ade tak pernah terlibat dalam kepengurusan pusat partai. Bestari juga menegaskan sebelumnya Ade Armando hanya kader biasa nan kebetulan pernah maju sebagai calon personil legislatif dari PSI.

"Untuk diketahui masyarakat umum juga bahwa Armando tidak pernah dilibatkan dalam pengelolaan PSI pasca kongres Solo. Sekedar personil biasa nan kebetulan pernah diberi kesempatan untuk jadi Caleg PSI," katanya.

Sebelumnya, ramai rekaman video siniar di mana Ade Armando blak-blakan soal argumen pengunduran dirinya dari partai menyusul kasus hukumnya atas dugaan penghasutan dan ujaran kebencian.

Dalam wawancara siniar di kanal YouTube Zulfan Lindan Unpacking itu Ade mengungkap sejak lama, ada pihak di internal PSI nan mendesak agar dirinya dikeluarkan.

Dia menyebut ada pihak di internal partai nan menilai keberadaannya di PSI mengganggu rebranding partai nan dipimpin putra bungsu Presiden ketujuh Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep tersebut.

Pada kesempatan itu, Ade mengaku belum memahami sepenuhnya maksud gambaran baru PSI.

"Kalau Anda bilang ada enggak tekanan gitu ya. Sebetulnya, saya udah dengar suara-suara di dalam PSI nan mengatakan bahwa saya kudu diberhentikan, dikeluarkan," ujar Ade.

(tim/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional