PSEL Bogor Raya 1 Resmi Dimulai, Bisa Kelola 500 Ribu Ton Sampah/Tahun

Sedang Trending 39 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) meresmikan pembangunan akomodasi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya 1 di Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, pada Kamis, (17/9/2026).

PSEL Bogor Raya 1 menjadi akomodasi PSEL ketiga nan memasuki tahap pembangunan setelah PSEL Denpasar Raya (Bali) dan PSEL Kota Bekasi. Mencakup area aglomerasi Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, akomodasi ini merupakan bagian dari upaya Danantara Indonesia mempercepat pengembangan solusi pengelolaan sampah perkotaan nan berkepanjangan dan berbasis teknologi ramah lingkungan, sesuai petunjuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan, dengan adanya proyek PSEL ini, PSEL Bogor Raya 1 dirancang untuk memberikan akibat nyata terhadap pengelolaan sampah, pengembangan daya hijau, dan pemberdayaan ekonomi lokal," terang Pandu, Kamis (17/9/2026).

Proyek ini ditargetkan bisa mengelola lebih dari 500 ribu ton sampah per tahun, menurunkan emisi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga 80%, serta mengurangi emisi karbon sekitar 640 ribu ton setara CO₂ per tahun.

Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, menegaskan bahwa masalah sampah ini adalah situasi darurat nan kudu kita selesaikan. "Dulu ada sekitar 160 patokan nan membikin prosesnya rumit, sekarang sudah kita pangkas menjadi tiga saja. Dengan begitu, proyek pengolahan sampah menjadi daya listrik bisa melangkah lebih sigap dan memberikan faedah bagi masyarakat." ungkap Zulhas.

PSEL Bogor Raya 1 tidak hanya menghadirkan solusi lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi nan berkepanjangan serta membuka kesempatan ekonomi baru bagi masyarakat - antara lain terbukanya sekitar 1.200 lapangan kerja hijau. Pengembangan PSEL dirancang menjadi katalis terwujudnya ekosistem pengelolaan sampah berkepanjangan dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular.

Harga Listrik PSEL

Danantara menyampaikan sudah melakukan Penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) dengan PT PLN (Persero). Sesuai petunjuk Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, PJBL bakal dilakukan antara PLN dan masing-masing Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL, dengan tarif pembelian listrik sebesar US$ 0,20 per kWh untuk seluruh kapabilitas nan dihasilkan.

Beroperasi 2028

PSEL Bogor Raya 1 ditargetkan beraksi pada pertengahan tahun 2028, dikembangkan dan dijalankan oleh BUPP Nusantara Bogor New Energy. Fasilitas ini bakal mengelola hingga 1.500 ton sampah per hari menjadi daya listrik di area Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

TNI Angkatan Darat selaku pemilik lahan telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor mengenai penggunaan lahan letak tersebut untuk pengembangan akomodasi PSEL. Selanjutnya, proses penyerahan/pemberian kewenangan lahan bakal dilaksanakan guna memastikan status kepemilikan berada pada Pemerintah Daerah nan tergabung dalam area aglomerasi PSEL Bogor Raya 1.

Proyek ini bakal menggunakan teknologi tungku pembakaran berjenis moving grate komplit dengan Sistem Pengendalian Pencemaran Udara (APCS) - insinerator ramah lingkungan dengan tingkat emisi nan sangat rendah. Pemilihan teknologi telah disesuaikan dengan karakter sampah Indonesia dan bisa mengurangi volume sampah secara signifikan dalam waktu singkat. Teknologi ini dirancang merujuk pada standar lingkungan Petunjuk Emisi Industri Uni Eropa (EU IED), salah satu referensi pengendalian emisi industri paling ketat di dunia.

Selain akomodasi utama, tahap selanjutnya juga direncanakan pengembangan PSEL Bogor Raya 2 di area Kayumanis, Kota Bogor, nan bakal melayani kebutuhan pengolahan sampah Kota Bogor dan Kota Depok. Secara keseluruhan, proyek PSEL direncanakan datang di 17 titik nan mencakup 33 Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia sebagai upaya mengatasi krisis sampah secara nasional.

Menjadi Pusat Riset & Inovasi Pengelolaan Sampah

Lokasi PSEL Bogor Raya 1 juga ditetapkan sebagai pusat riset teknologi dan penemuan pengelolaan sampah terintegrasi. Selain akomodasi pengolahan, bakal dikembangkan pula pusat studi teknologi pengelolaan sampah modern. Inisiatif ini diharapkan menjadi wadah alih pengetahuan dan teknologi sekaligus pengembangan ekosistem pengelolaan sampah di Indonesia. Pada tahap pelaksanaan, bakal dibuka kesempatan kerjasama dengan beragam pihak, termasuk perguruan tinggi, untuk membangun ekosistem riset dan penemuan tersebut.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News