Tanjung Enim, CNBC Indonesia - Komisaris Utama holding pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID) Fuad Bawazier mengungkapkan proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, ditargetkan dapat rampung dalam waktu tiga tahun ke depan.
Menurut dia, proyek DME tersebut diharapkan betul-betul terealisasi setelah sebelumnya sempat tertunda selama bertahun-tahun. Ia mengingatkan agar pengalaman masa lampau tidak kembali terulang.
"Jangan sampai itu terulang lagi. Mudah-mudahan Pak Herman (Gubernur Sumsel) ini bakal terwujud DME-nya," ujarnya dalam aktivitas groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, dikutip Kamis (30/4/2026).
Fuad memastikan sejak dulu proyek pemerintah tetap dikerjakan dengan sasaran selesai, terlepas dari beragam kalkulasi keekonomian seperti IRR maupun biaya. Ia pun meminta seluruh pihak memberikan support agar proyek-proyek tersebut dapat melangkah sesuai rencana.
"Jadi tolong dibantu betul-betul beliau ini. Supaya bisa semua proyek-proyek bisa terwujud. Supaya terwujud benar, berapa tahun ini? 3 tahun, kira-kira. Jadi Pak Herman, Bapak kembali lagi 3 tahun lagi pak," katanya.
Sementara, Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Turino Yulianto menegaskan bahwa proyek hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) nan mempunyai peran penting, khususnya dalam memperkuat ketahanan daya nasional.
Menurut dia, proyek tersebut menggunakan clean coal technology nan bisa menekan emisi hingga 30-40 persen dibandingkan pembakaran batu bara secara langsung. Proyek DME diinisiasi oleh BPI Danantara dan dijalankan oleh MIND ID berbareng PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan Pertamina.
"Proyek ini menggunakan teknologi istilahnya clean coal technology Dimana emisinya bisa turun 30-40% dibandingkan batubara dibakar begitu saja," ujar dia dalam aktivitas groundbreaking Proyek Hilirisasi Fase ke-2 pengembangan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan, Rabu (29/4/2026).
Turino menjelaskan pabrik DME nan bakal dibangun ini dirancang mempunyai kapabilitas produksi 1,4 juta ton per tahun, nan setara dengan sekitar 1 juta ton LPG. Produk DME nantinya bakal diserap oleh Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga.
Ia menambahkan bahwa batu bara nan diolah nantinya merupakan jenis low rank alias batu bara kalori rendah nan selama ini belum termanfaatkan secara optimal, sementara ketersediaannya di Indonesia cukup melimpah.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·