Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 15 Mei 2026 |11:41 WIB

Pemerintah melakukan transformasi pada industri bangunan menuju sistem nan lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. (Foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Pemerintah melakukan transformasi pada industri bangunan menuju sistem nan lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti Building Information Modeling (BIM), Artificial Intelligence (AI), serta sistem info terintegrasi dalam proyek infrastruktur.
Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Komang Sri Hartini, menekankan pentingnya digitalisasi prasarana dalam memperkuat tata kelola bangunan nasional nan lebih modern dan berbasis data.
Menurutnya, peran BIM, Common Data Environment (CDE), serta AI dalam mendukung monitoring proyek, meningkatkan efisiensi, dan mempercepat pengambilan keputusan sangat penting.
“Digitalisasi prasarana menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola bangunan nan lebih terintegrasi, efisien, transparan, dan akuntabel. Pemanfaatan BIM, CDE, dan AI sangat krusial untuk mendukung pengelolaan proyek nan lebih pandai dan berbasis data,” ujar Komang, Jumat (15/5/2026).
Sementara itu, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Kimron Manik, menambahkan pentingnya kerjasama antara pemerintah, industri, dan penyedia teknologi dalam memperkuat pengembangan talenta digital sektor konstruksi. Ia menekankan kebutuhan tenaga kerja nan kompeten, adaptif, dan tersertifikasi untuk menjawab tantangan transformasi digital.
21 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·