Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |16:28 WIB

Menko AHY (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) merespons soal Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi nan menghentikan sementara proyek pembangunan pusat info (data center) berbasis kepintaran buatan di area Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta.
Menko AHY menegaskan bahwa ekspansi akomodasi pusat info berskala masif merupakan akibat nan tidak terhindarkan dari pesatnya transformasi ekonomi berbasis daring di tanah air.
"Memang tidak terelakkan bahwa semakin kita mengangkat ekonomi digital, termasuk untuk e-commerce dan beragam kepentingan lainnya, maka kita memerlukan data-data center di beragam daerah," kata AHY di aktivitas Digital Infrastructure Summit, Jakarta, Senin (12/10/2026).
Polemik ini bermulai saat Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyetop pembangunan proyek AI Campus 2 (CGK4) milik BDx Data Centers berbobot investasi Rp3,5 triliun di area Jatiluhur. Gubernur Dedi Mulyadi memerintahkan penghentian sementara lantaran pihak pemrakarsa belum mengantongi arsip Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Selain persoalan perizinan, proyek berkapasitas daya hingga 640 megawatt (MW) tersebut disorot tajam akibat kebutuhan air pendingin (liquid cooling) nan ditaksir mencapai 380 hingga 384 liter per detik dari Waduk Jatiluhur, sehingga dikhawatirkan mengganggu pasokan air pertanian dan konsumsi masyarakat.
Merespons besarnya konsumsi utilitas pada instalasi komputasi berkekuatan tinggi tersebut, AHY mengingatkan pentingnya kalkulasi teknis nan sangat matang.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·