Pengalaman kerja sekarang diakui. Pekerja bisa lebih sigap naik level sesuai bidangnya.(Dok Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University.)
Bertahun-Tahun Kerja Keras, Kini Pengalaman Bisa Jadi Jalan Naik Level Karier Lewat Program RPL”
BERTAHUN-TAHUN bekerja, menambah pengalaman, dan membuktikan keahlian di tempat kerja, tetapi saat mau melanjutkan pendidikan demi membuka kesempatan pekerjaan nan lebih tinggi, banyak pekerja justru menghadapi hambatan nan sama ialah kudu memulai lagi dari awal. Kondisi ini tetap dialami banyak ahli di Indonesia.
Pengalaman kerja nan dibangun selama bertahun-tahun sering kali belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem pendidikan formal. Akibatnya, pekerja memerlukan waktu lebih lama untuk memperoleh kualifikasi akademik nan dibutuhkan di jenjang berikutnya.
Di tengah dinamika bumi kerja saat ini, tantangan tersebut semakin terasa. Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi ketenagakerjaan 2025, rata-rata jam kerja pekerja Indonesia mencapai sekitar 41 jam per minggu. Untuk kategori buruh, karyawan, dan pegawai, angkanya dapat mencapai sekitar 43 jam per minggu.
Sekitar 25 persen pekerja apalagi bekerja lebih dari 49 jam per minggu, nan masuk kategori jam kerja berlebih. Artinya, banyak pekerja sudah menghabiskan waktu dan tenaga untuk belajar langsung di lapangan, tetapi tetap memerlukan pengakuan umum agar bisa naik ke level pekerjaan nan lebih tinggi.
Arif, 35, operator di perusahaan manufaktur, merasakan situasi tersebut. Selama lebih dari 10 tahun bekerja keras, dia menguasai proses produksi, pengendalian kualitas, hingga membantu koordinasi tim di lapangan.
Namun ketika kesempatan naik ke posisi administratif terbuka, dia terkendala syarat pendidikan formal.
"Secara pekerjaan saya sudah mengerti alurnya. Tapi jika mau lanjut, rasanya kudu mulai lagi dari awal. Itu nan bikin saya sempat ragu," ujarnya.
Kini Arif memilih melanjutkan pendidikan di bagian Teknik Industri agar pengalaman kerjanya dapat diakui sekaligus memperkuat kompetensi manajerial.
Cerita serupa dialami Sari, 30, staf manajemen nan telah bekerja keras nyaris tujuh tahun. Ia terbiasa menangani data, laporan, hingga koordinasi internal perusahaan. Namun untuk berkembang ke level supervisor, dia merasa memerlukan bekal akademik nan lebih kuat.
Melalui pendidikan di bagian Manajemen, Sari memandang kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas dalam pengambilan keputusan dan kepemimpinan. "Selama ini saya banyak belajar dari pengalaman kerja. Sekarang saya mau punya dasar nan lebih kuat agar bisa naik posisi," katanya.
Sementara itu, Lina, 33, seorang perawat, juga mau membawa pengalaman kerja kerasnya ke level nan lebih tinggi. Setelah lama terlibat dalam pelayanan pasien dan operasional akomodasi kesehatan, dia memutuskan melanjutkan pendidikan di bagian Ilmu Keperawatan untuk mempersiapkan diri menuju posisi koordinator.
Fenomena ini menunjukkan banyak pekerja sebenarnya sudah mempunyai kompetensi nan relevan dengan bidangnya. nan dibutuhkan bukan mengulang semuanya dari awal, melainkan jalur pendidikan nan bisa mengakui pengalaman kerja tersebut.
Menjawab kebutuhan itu, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University menghadirkan Program Kelas Karyawan dengan skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan pengalaman kerja ahli diakui sebagai bagian dari proses akademik.
Melalui RPL, pengalaman nan relevan dapat dikonversi menjadi satuan angsuran semester. Dengan begitu, mahasiswa tidak perlu memulai dari nol dan masa studi dapat ditempuh lebih efisien.
Keunggulan lain datang melalui kerjasama Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University nan tidak hanya menghadirkan kurikulum berstandar internasional, tetapi juga mengintegrasikan materi pembelajaran berbasis industri masa depan seperti kepintaran buatan, inovasi, dan kewirausahaan. Mahasiswa juga berkesempatan memperoleh sertifikasi dunia nan terintegrasi dalam perkuliahan tanpa biaya tambahan, sehingga kompetensi nan dimiliki lebih relevan dan siap digunakan di bumi kerja.
Selain itu, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University juga didukung legalisasi unggul di beragam program studi serta pilihan fakultas nan luas, mulai dari ekonomi dan bisnis, teknik, pengetahuan komputer, komunikasi, hukum, psikologi, pendidikan, hingga rumpun kesehatan. Fasilitas pembelajaran seperti laboratorium modern, ruang kelas representatif, sistem digital learning, perpustakaan, dan sarana penunjang lain juga disiapkan untuk mendukung pekerja aktif nan mau kuliah sembari bekerja.
"Kami memandang banyak pekerja sebenarnya sudah mempunyai kompetensi sesuai bidangnya. Karena itu, RPL datang agar pengalaman tersebut mendapat pengakuan dan pendidikan menjadi lebih relevan bagi pengembangan pekerjaan mereka," ujar ujar Rektor Universitas Esa Unggul, Dr. Ir. Arief Kusuma Among Praja, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng.
Bagi Arif, kesempatan ini membikin kerja keras selama bertahun-tahun tidak berakhir sebagai pengalaman semata, tetapi menjadi modal untuk naik ke posisi nan lebih strategis. Sari mulai memandang jalur pekerjaan nan lebih terbuka. Lina pun semakin siap mengambil peran koordinatif di bagian jasa kesehatan.
"Rasanya lebih masuk akal. Pengalaman saya dihitung. Jadi saya bisa betul-betul maju," kata Lina.
Kisah mereka menggambarkan perubahan pendekatan dalam bumi pendidikan. Kerja keras nan telah dibangun selama bertahun-tahun tidak semestinya diulang dari awal, melainkan menjadi injakan untuk melangkah lebih jauh.
Melalui Program RPL, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University berkomitmen selalu menghadirkan pendidikan nan adaptif, relevan, dan berstandar internasional agar para ahli Indonesia dapat mengubah kerja keras menjadi kemajuan pekerjaan nan nyata. (RO/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·