Program MBG Prioritaskan Kelompok Rentan B3

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Program MBG Prioritaskan Kelompok Rentan B3 Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memprioritaskan kelompok rentan alias B3 sebagai penerima faedah utama.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya dalam pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia (Gapembi) Jawa Timur di Malang, Jawa Timur, Kamis (9/4/2026).

Kelompok rentan B3 dalam konteks program ini mencakup bumil (ibu hamil), busui (ibu menyusui), dan balita (anak di bawah lima tahun), nan menjadi sasaran utama intervensi pemenuhan gizi.
Sony mengatakan selain menyasar golongan rentan, program MBG juga meletakkan perhatian besar pada aspek hygiene dan sanitasi sebagai bagian krusial dari penyelenggaraan di lapangan.

“Program ini tidak hanya soal pengedaran makanan, tapi juga membangun kesadaran atas pentingnya kebersihan dan sanitasi,” ujar Sony.

Ia menambahkan MBG memberikan pengaruh multiplier bagi masyarakat, termasuk membuka kesempatan kerja bagi relawan, khususnya di wilayah kurang berkembang. Program ini juga jadi bagian upaya mempersiapkan Generasi Emas 2045 nan memerlukan pendekatan luar biasa.

Dalam waktu dekat, jelas dia, selama satu bulan ke depan, pemerintah memproyeksikan ekspansi signifikan melalui pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah terpencil dan pelosok.
Pendataan penerima manfaat, lanjutnya, dilakukan secara terstruktur dengan mencakup golongan rentan dan peserta didik nan terdaftar dalam sistem Dapodik dan Dikdasmen. Hingga kini, telah dikembangkan sistem database berbasis media sosial nan mencakup 3.801 SPPG di Jawa Timur, dengan 1.996 info telah terhimpun.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan program MBG tidak hanya berakibat pada peningkatan gizi anak, tetapi juga memberikan untung bagi petani serta mendorong perekonomian nasional.

“Program ini mendukung kepintaran anak lantaran asupan gizinya tepat. Di sisi lain, petani juga mendapatkan faedah ekonomi,” kata Zulkifli.
Ia menegaskan pentingnya penerapan prinsip ASRI, ialah Aman, Sehat, Resik, dan Indah, termasuk inisiatif pengolahan sampah menjadi daya (waste to energy) nan ditargetkan melangkah pada 2027–2028. Selain itu, koperasi desa dinilai kudu berfaedah optimal untuk mendukung kelancaran program.

Ketua Umum DPP Gapembi Alven Stony menyatakan organisasinya mendukung penuh penyelenggaraan program MBG lantaran dinilai mempunyai faedah besar bagi generasi Indonesia.

“Program ini berakibat signifikan pada peningkatan kualitas generasi ke depan, dan berkembang sangat sigap daripada negara lain,” ujar Alven.

Ia pun berambisi pelantikan DPW Gapembi Jawa Timur menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam mempercepat penerapan program MBG secara berkelanjutan.
Adapun Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berambisi faedah program tidak hanya dirasakan siswa, tetapi juga oleh masyarakat luas. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat sebagai pemasok bahan baku, relawan, maupun dalam peran pendukung lainnya.

Menurut Emil, SPPG berkedudukan sebagai perpanjangan tangan BGN dalam penyelenggaraan program di lapangan. Karena itu, Gapembi diharapkan turut berkontribusi dalam pengawasan quality control sekaligus menyukseskan program. “Tujuan akhirnya adalah memberikan kemaslahatan luas bagi masyarakat Indonesia,” kata Emil. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑