Ilustrasi(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Desa Makarti Jaya berbareng Nickel Industries, masyarakat Desa Makarti Jaya, Kabupaten Morowali serta para pengurus Bank Sampah Unit (BSU) dan Bank Sampah Induk (BSI) Maleo sukses melaksanakan Pemaparan Akhir Program Makarti Jaya Lestari Olah Sampah (Maleo) nan mengusung tema “Membangun Ekosistem Sirkular: Dari Kesadaran Menuju Dampak Ekonomi dan Reduksi Sampah Signifikan” pada tanggal 6 Juni 2026 bertempat di Balai Desa Makarti Jaya.
Acara ini menandai selesainya fase inisiasi program sekaligus menjadi titik tolak transisi Desa Makarti Jaya menuju sistem pengelolaan sampah nan berdikari dan berkelanjutan.
Program Makarti Jaya Lestari Olah Sampah (Maleo), nan telah melangkah di Desa Makarti Jaya, dinilai telah sukses membangun fondasi kuat bagi tata kelola sampah berbasis masyarakat.
Hingga akhir program, sejumlah pencapaian signifikan telah diraih, di antaranya pembentukan dan operasional aktif dari 5 BSU, penguatan kelembagaan BSI, serta peningkatan jumlah pengguna nan aktif berpartisipasi.
Selain capaian bentuk dan layanan, hasil paling krusial dari Program Maleo adalah terjadinya perubahan paradigma di tengah masyarakat.
Sampah nan sebelumnya dianggap sebagai masalah, sekarang mulai dipandang sebagai sumber daya nan mempunyai faedah ekologis, sosial, dan nilai ekonomi nan dapat diverifikasi.
Sampai saat ini, sebanyak 84 KK telah terdaftar sebagai pengguna BSU nan tersebar di Dusun 1 hingga Dusun 5 desa Makarti Jaya. Total sampah nan sukses dikurangi, meliputi sampah plastik, kertas, dan logam, dari aktivitas bank sampah mencapai 7.1 ton sejak Juni 2025. Kegiatan operasional bank sampah juga sukses menghasilkan nilai ekonomi sebanyak 19 juta rupiah sejak Lembaga BSU ditetapkan.
Dari sisi pendampingan masyarakat, Direktur Operasional Yayasan Peduli Negeri, Syamsudin menyoroti akibat sosio-ekonomi nan langsung dirasakan oleh penduduk desa. “Fokus kami sejak awal adalah memastikan penduduk tidak hanya menjadi subjek, tetapi juga motor penggerak perubahan. Capaian program hari ini membuktikan bahwa edukasi berkepanjangan bisa mengantarkan masyarakat pada tingkat kesadaran baru nan menghasilkan akibat sosial dan ekonomi nan nyata. Kehadiran 5 BSU dan BSI tidak hanya mengurangi beban sampah nan mencemari lingkungan, tetapi juga menghadirkan tabungan bagi penduduk dan membuka jalan bagi rintisan UMKM daur ulang. Ini adalah bukti bahwaekologi dan ekonomi dapat melangkah beriringan untuk memberdayakan masyarakat,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu (7/6).
Menanggapi keberhasilan ini, Industrial Process Sustainability Lead dari Nickel Industries Limited, Chrisma Virginia, menyampaikan apresiasi terhadap support nan diberikan oleh pemerintah desa Makarti Jaya, Yayasan Peduli Negeri sebagai pendamping program serta masyarakat nan terlibat dalam Lembaga BSI maupun BSU.
"Dukungan terhadap Program Maleo merupakan bentuk nyata komitmen keberlanjutan perusahaan kami dalam menciptakan akibat positif bagi lingkungan dan masyarakat. Melihat transformasi Desa Makarti Jaya, dari fase inisiasi hingga sekarang mempunyai lima Bank Sampah Unit dan kelembagaan nan kuat, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami. Kami berambisi fondasi sistem tata kelola sampah nan telah terbangun ini dapat dikembangkan menuju kemandirian penuh, sehingga terus memberikan faedah ekologis maupun nilai tambah ekonomi nan sirkular bagi seluruh penduduk Makarti Jaya,” kata dia.
“Transfomasi dari perubahan kesadaran menjadi tindakan nyata pengurangan sampah melalui aktivitas pilah sampah dari rumah. Nickel Industries senantiasa berkomitmen untuk mendukung untuk mewujudkan kota dan organisasi nan berkepanjangan dan melakukan pembelaan dan intervensi dalam aktivitas konsumsi dan produksi nan bertanggung jawab melalui program Maleo nan selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan,” sambungnya.
Meskipun fase inisiasi dan pendampingan intensif telahditutup, Pemerintah Desa Makarti Jaya berbareng BSI, BSU, dan masyarakat siap melanjutkan estafet program. Untuk memastikan keberlanjutan, Nickel Industries berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan tata kelola sampah di desa Makarti Jaya melalui pembelaan tata kelola sampah di dalam peraturan desa.
“Kami menyadari bahwa pondasi tata kelola sampah di Desa Makarti Jaya telah terwadahi oleh kehadiran lembaga BSI dan BSU. Untuk fase transisi berikutnya, Nickel Industries bakal mendukung penguatan kelembagaan BSI dan BSU melalui perumusan peraturan desa,” tambahnya.
Pemerintah Desa Makarti Jaya berkomitmen memberikan support penuh kepada pengurus BSI dan BSU dalam keberlanjutan operasional bank sampah. Transisi ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan di tingkat desa, tetapi juga terus memberikan sirkulasi ekonomi nan berfaedah bagi penduduk masyarakat.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·