Pemkot Sukabumi Kuatkan Mitigasi Hadapi Potensi Dampak Kekeringan

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pemkot Sukabumi Kuatkan Mitigasi Hadapi Potensi Dampak Kekeringan Seorang petani beraktivitas di sawah. Pemkot Sukabumi mewaspadai akibat kekeringan di lahan pertanian.(MI/BENNY BASTIANDY)

PEMERINTAH Kota Sukabumi, Jawa Barat, tak memandang enteng potensi kekeringan akibat dampak El Nino. Berbagai langkah sudah diupayakan sejak saat ini agar akibat kekeringan nan diperkirakan lebih signifikan dari sebelumnya bisa diantisipasi.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menjelaskan El Nino jadi pembahasan serius di lingkup Pemkot Sukabumi. Terutama mengantisipasi akibat krisis air bagi masyarakat maupun lahan-lahan pertanian nan tengah digenjot produksinya.

"Kami di Pemkot Sukabumi terus memperkuat langkah dan antisipasi menghadapi akibat El Nino," tegasnya, Minggu (7/6).
 
Satu di antara upaya itu dilakukan dengan mengembangkan jaringan air bersih. Termasuk penambahan sambungan rumah di sejumlah wilayah nan rawan kekeringan.

Pada sektor pertanian, Pemkot Sukabumi melalui dinas terkait, sudah memitigasi potensi kekeringan. Upayanya dilakukan dengan berkoordinasi berbareng para golongan tani alias campuran golongan tani membahas pasokan air dari saluran irigasi.

"Kami terus membangun kerjasama dengan beragam pihak agar kebutuhan masyarakat terhadap air bersih tetap terpenuhi selama musim tandus berlangsung. Termasuk pasokan air untuk lahan pertanian," pungkasnya.


Dua kecamatan


Sebelumnya, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Sukabumi, Suhendar, menuturkan, berasas info rekapitulasi pengedaran air bersih pada 2023 serta hasil kajian keahlian di lapangan, sebaran wilayah rawan kekeringan di Kota Sukabumi terkonsentrasi di beberapa kecamatan. Hasil pendataan, intensitas tertinggi berada di Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu dan Kecamatan Baros.

"Wilayah-wilayah ini menjadi kantong kekeringan paling kritis di Kota Sukabumi," tuturnya.

Di Kelurahan Cikundul misalnya, kata Suhendar, saat kekeringan satu hari penyaluran air bersih bisa mencapai 13 ribu liter lebih. Kondisi ini menunjukkan adanya keterbatasan sumber air pengganti dan tingginya jumlah masyarakat terdampak.

Sementara di Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh, pengedaran air juga menjangkau hingga 1.300 jiwa satu kali penyaluran nan mempertegas luasnya cakupan akibat kekeringan.

"Kami bersinergi dan bekerja-sama melibatkan beragam pihak (Pentaheliks), seperti PMI, Perumdam serta support dari lembaga pemerintah, lembaga sosial, dan relawan kebencanaan," jelas Suhendar.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia