Program Cetak Sawah di Wanam: Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan yang Harus Dilanjutkan

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
 Strategi Prabowo Wujudkan Kedaulatan Pangan nan Harus Dilanjutkan PSN di Wanam, Papua Selatan.(dok.Istimewa)

DIREKTUR Eksekutif Center of Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai movie berjudul Pesta Babi seolah meragukan langkah pemerintah nan tengah bersiap mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Hemat saya, movie Pesta Babi sepertinya hanyalah riak wacana nan mencoba meragukan arah besar ketahanan pangan. Saya kira langkah Presiden Prabowo di Papua, termasuk cetak sawah di Wanam, adalah strategi kedaulatan nan kudu berlanjut,” ujar Herry, Kamis, (21/5).

Ia menilai program cetak sawah seluas 1 juta hektare nan masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak boleh berhenti. Sebab, jika terputus, Indonesia bakal kembali terjebak pada ketergantungan impor nan justru melemahkan kemandirian bangsa. “Apalagi dalam konteks kondisi dunia nan penuh krisis, kemandirian pangan bukan pilihan, melainkan keharusan. Ketahanan pangan adalah martabat politik, dan martabat itu hanya bisa dijaga dengan berdiri di atas kaki sendiri,” kata dia.

Sebagai informasi, PSN Wanam di Papua Selatan telah menunjukkan progres nan signifikan. Sejumlah akomodasi utama apalagi telah rampung 100%. Kehadiran proyek tersebut membawa angan baru bagi masyarakat lokal, terutama dalam mendorong kesejahteraan dan pemerataan pembangunan di wilayah setempat. Salah seorang penduduk Papua mengaku berterima kasih atas pembangunan nan sekarang menjangkau hingga kampung dan dusun mereka.

Menurutnya, faedah proyek di Wanam tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga untuk generasi mendatang. “Kami kudu berterima kasih lantaran kapan lagi kami bisa menerima itu? Bukan lantaran kita saja nan bisa menikmati, tetapi sampai kami punya anak-cucu,” kata Tarsan Balagaize, penduduk Papua, dikutip Kamis (14/5).

Ia menilai program pembangunan dari pemerintah pusat bakal membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk hidup lebih baik dan makmur. “Kalau memang sudah ada program ini dari pemerintah pusat, berfaedah kehidupan masyarakat lokal di sini mungkin sudah bakal menjadi lebih makmur,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, penduduk setempat juga menyampaikan apresiasi lantaran pembangunan sekarang menjangkau area nan sebelumnya belum tersentuh infrastruktur.

“Masyarakat menerima penuh pembangunan PSN Wanam tersebut. Jadi kami sangat berterima kasih dan kami menerima dengan 100% program pembangunan ini,” tuturnya.

Pusat Cadangan Pangan Nasional

Sementara itu, seorang petugas proyek menjelaskan progres pembangunan sejumlah akomodasi penunjang di area PSN Wanam nyaris seluruhnya telah selesai. Area jetty multipurpose dan solar cell, misalnya, sekarang telah mencapai progres 100%.

"Untuk progres area jetty multipurpose sudah mencapai 100%,” ujar petugas proyek.

Selain itu, pembangunan tangki HSD berkapasitas 5.000 metrik ton telah mencapai 97%, sedangkan warehouse multipurpose mencapai 88%.

“Untuk HSD tank kapabilitas 5.000 metrik ton kita sudah mencapai 97%. Berikut juga dengan warehouse multipurpose kita sudah mencapai 88%, dan disusul nan pasti oleh solar cell nan sudah 100%,” katanya.

Wajah Wanam sekarang berubah drastis. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi Pusat Cadangan Pangan Nasional melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektare.

PSN nan didanai dan dikerjakan oleh Jhonlin Group milik pengusaha H Samsudin Andi Arsyad nan berkawan disapa Haji Isam, bukan sekadar membuka lahan pertanian.

Proyek tersebut juga membangun ekosistem kehidupan baru nan mencakup jaringan irigasi, industri biodiesel, hingga penguatan pertahanan negara.

Namun, kunci utama dari seluruh ekosistem tersebut adalah konektivitas. Proyek ini jelas-jelas untuk mewujudkan kemakmuran dari wilayah menuju pusat. Agar Indonesia mempunyai jati diri dan kemandirian nan kuat. Nah, sangat asing jika banyak kalangan merendahkan proyek nan bermaksud mulia ini. (Cah/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia