Sementara itu, berasas unggahan di IG resmi terbaru @sidakbgn, Nanik terpantau mengunjungi sejumlah SPPG di wilayah Sukabumi, Jawa Barat, melansir Antara.
Dalam beragam sidak sebelumnya, Nanik juga menemukan sejumlah pelanggaran seperti dapur SPPG nan tidak memenuhi standar higienitas, tata letak dapur nan tidak sesuai pedoman teknis, alias akomodasi sanitasi nan berpotensi mengganggu keamanan pangan.
Nanik juga secara tegas menangguhkan sementara alias suspend SPPG nan tidak memenuhi SOP Program MBG.
Berbagai sidak nan dilakukan Nanik juga menunjukkan ketegasannya pada mitra SPPG untuk memberikan tempat penginapan alias mess nan layak di dapur MBG kepada kepala SPPG, pengawas keuangan, hingga pengawas gizi.
Hal tersebut dilakukan Nanik agar kualitas program peningkatan gizi nasional itu terjaga dengan sumber daya manusia di dalamnya nan juga bisa bekerja dengan akomodasi memadai.
Pada Minggu 31 Mei 2026, Nanik menyampaikan sebanyak 2.213 SPPG tetap ditangguhkan untuk memperbaiki kualitas Program MBG.
Penangguhan dilakukan dengan mempertimbangkan masukan dari masyarakat, para pejabat di daerah, hasil inspeksi mendadak (sidak), serta pemantauan atas peristiwa kejadian menonjol nan dialami para penerima manfaat.
"Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG nan saat ini sudah beraksi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditangguhkan," kata Nanik.
Dari info SPPG nan pernah ditangguhkan itu, 5.659 SPPG sudah beraksi kembali lantaran sudah memenuhi ketentuan. Sementara itu, 2.213 SPPG tetap kudu menjalani masa penangguhan lantaran belum memenuhi ketentuan sesuai petunjuk teknis, baik manajemen maupun gedung SPPG.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·