Produksi Tembaga dan Emas Tambang Freeport Kuartal I-2026 Masih Anjlok

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi PT Freeport Indonesia (PTFI) hingga kuartal I 2026 tetap tertekan akibat dampak kejadian longsor nan terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September 2025.

Mengutip laporan dari Freeport McMoran (FCX), produksi tembaga PTFI tercatat hanya mencapai 95 juta pound pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka ini turun sekitar 68% dibandingkan periode nan sama tahun lampau sebesar 296 juta pound.

Tak hanya itu, produksi emas juga mengalami penurunan menjadi 92 ribu ounce dari sebelumnya 284 ribu ounce. Adapun, penurunan produksi ini terjadi lantaran operasi Grasberg Block Cave belum sepenuhnya pulih pasca penghentian sementara aktivitas tambang menyusul kejadian longsor.

Hal ini pun berakibat pada volume penjualan. Sepanjang kuartal I-2026, penjualan tembaga PTFI hanya mencapai 82 juta pound, jauh di bawah realisasi periode nan sama tahun sebelumnya nan mencapai 290 juta pound. Sementara penjualan emas tercatat 116 ribu ounce, lebih rendah dibandingkan 125 ribu ounce pada kuartal I-2025.

Akibat hambatan ini, produksi dari Blok 2 dan Blok 3 Grasberg Block Cave untuk sementara hanya dapat beraksi sekitar 60% dari kapabilitas normal. Freeport pun memperkirakan halangan tersebut baru dapat diatasi secara signifikan pada pertengahan 2027.

"PTFI memperkirakan halangan saat ini dapat diatasi secara substansial pada pertengahan tahun 2027," tulis manajemen dikutip Jumat (5/6/2026).

PTFI kemudian merevisi sasaran pemulihan operasional tambang. Adapun, andaikan sebelumnya produksi diproyeksikan mencapai sekitar 85% kapabilitas pada semester II 2026, sekarang tingkat produksi diperkirakan hanya sekitar 65% kapasitas. Selanjutnya produksi ditargetkan meningkat menjadi 80% kapabilitas pada pertengahan 2027 dan mendekati kapabilitas penuh pada akhir 2027.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News