Jakarta, CNBC Indonesia - PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan produksi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) bakal kembali ke level normal pada 2027, seiring proses pemulihan pascainsiden longsor pada September 2025.
Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan, saat ini perusahaan tetap melakukan proses recovery, terutama di Production Block 1 nan terdampak paling besar. Sementara, aktivitas penambangan di Production Block 2 dan Production Block 3 telah mulai melangkah secara terbatas.
Menurut Tony, peningkatan produksi (ramp up) bakal dilakukan secara berjenjang mulai Mei 2026 hingga kuartal I-2027, sebelum seluruh blok produksi dapat kembali beraksi optimal.
"Rencananya bakal melakukan ramp up mulai dari bulan Mei sampai dengan kuartal pertama 2027 baru kami bakal mulai mengoperasikan Production Block 1 nan memang high grade," kata Tony dalam RDP berbareng Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026).
Dari sisi produksi, dia menyebut, volume penambangan bijih mencapai 139.000 ton per hari pada 2025 dan diperkirakan bakal meningkat menjadi 156.000 ton per hari pada 2026. Produksi kemudian diperkirakan kembali ke level normal sekitar 200.000 ton bijih per hari pada 2027 dan bersambung hingga 2029.
"Dan di 2027 baru bakal bisa mencapai produksi sekitar 200.000 ton bijih per hari nan merupakan sudah sekitar produksi normal kami dan seterusnya sampai dengan 2029 dan seterusnya," ujarnya.
Untuk produksi logam, pada 2026 perusahaan menargetkan produksi tembaga sebesar 1,1 miliar pon dan emas sekitar 800 ribu ounces alias 26 ton. Seluruh produksi emas tersebut direncanakan bakal diserap oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam).
"Kemudian rencana kerja di tahun 2027 itu meningkat menjadi 1,5 miliar pound tembaga logamnya dan emasnya bakal bisa mencapai 39 ton alias 1,3 juta ounces. Di tahun 2028 sudah mencapai level nan lebih tinggi lagi 1,7 miliar pound tembaga dan 43 ton emas dan seterusnya," ujar Tony.
(wia)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·