Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton, RI Selangkah Lagi Swasembada

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton, RI Selangkah Lagi Swasembada

Produksi Gula 2025 Capai 2,67 Juta Ton, RI Selangkah Lagi Swasembada (Foto: Kementan)

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat capaian positif produksi tebu dan gula nasional sepanjang 2025 sebagai fondasi kuat menuju swasembada gula. Hasil pertimbangan akhir giling 2025 menunjukkan produksi gula nasional mencapai 2,67 juta ton alias sekitar 97,54 persen dari sasaran nan ditetapkan, menegaskan tren peningkatan produksi dalam negeri.

Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan produksi tebu nasional nan pada tahun 2025 mencapai 39,07 juta ton, dengan produktivitas rata-rata 69,35 ton per hektare. Angka ini melampaui sasaran Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan beragam intervensi pemerintah di sektor hulu.

Mewujudkan Swasembada

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, penguatan produksi tebu bakal terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula dan mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah, kata dia, terus mendorong peningkatan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir. 

Berdasarkan Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027.

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah konsentrasi meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal, menyediakan bibit unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” kata Amran dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Capaian Produksi Tebu 2025

Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa capaian produksi tebu 2025 didorong oleh beragam program strategis, antara lain bongkar ratoon, penggunaan varietas tebu unggul, serta pendampingan teknis nan intensif kepada petani.

“Capaian ini didorong beragam intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani,” kata Roni.

Roni menambahkan bahwa pemerintah juga mendorong varietas tebu unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional untuk mewujudkan swasembada gula nasional. Dari sisi wilayah, Jawa Timur tetap menjadi sentra utama produksi tebu nasional, diikuti Lampung dan Jawa Tengah. 

Selain itu, pengembangan area tebu juga terus diperluas di sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi ekstensifikasi.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com