Tangguh Yudha
, Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |12:18 WIB

Mentan Amran (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pemerintah bakal membuka lahan baru seluas 1-2 juta hektare untuk mendukung produksi etanol berbahan baku singkong, tebu, dan jagung. Penyediaan lahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengejar sasaran swasembada energi.
Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengatakan kebutuhan lahan diperlukan untuk mendukung produksi bahan bakar E20 pada 2029. Ia menyebut pemerintah bakal mengonsolidasikan penyediaan lahan berbareng pemerintah daerah.
"Sekarang pangan selesai, protein sudah selesai. Sekarang etanol kita kejar. Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita bakal bangun pabriknya. Kita aktivitas masif seluruh Indonesia," ujarnya dalam konvensi pers di Jakarta pada Senin (21/9/2026).
Amran menyatakan sebanyak 44 bupati telah menyatakan support terhadap program tersebut. Menurutnya, pemerintah bakal memberikan support awal berupa pengembangan lahan jagung seluas 1.000 hektare untuk masing-masing wilayah nan mengikuti program.
"Untuk jagung, kami berikan support bupati nan datang percobaan. Nanti kita lihat hasilnya 1.000 hektar satu bupati nan datang. Kita lihat jagungnya. nan tanamannya bagus, produksinya tinggi, saya bakal tambah di Januari, tambah luasan jagung. Begitu pula perangkat mesin pertanian kita berikan mensupport," katanya.
Amran mengungkapan pengembangan etanol sendiri ditujukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor energi. Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penggunaan E50.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·