Produk Lokal Sukses Kuasai Ritel Modern RI, Pemerintah Pakai Jurus Ini

Sedang Trending 40 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan produk UMKM dan lokal sekarang telah mengisi lebih dari 60% pasar ritel modern di Indonesia. Budi mengatakan, kondisi tersebut menunjukkan semakin terbukanya akses pasar bagi produk UMKM di tengah perubahan kebijakan pemerintah mengenai tanggungjawab ritel modern menjual produk upaya mini dan menengah.

"Nah, sekarang diubah menjadi pola kemitraan. Ternyata menurut info dari ritel modern, lebih dari 60% produk-produk UMKM, produk-produk lokal, itu sudah mengisi di ritel modern," kata Budi saat membuka Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI berbareng META di Auditorium Kemendag, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Menurut Budi, pemerintah sebelumnya mempunyai ketentuan nan mewajibkan ritel modern menjual minimal 30% produk UMKM. Namun, ketentuan tersebut kemudian mendapat penolakan dari negara lain lantaran dianggap sebagai corak diskriminasi.

"Dulu ada ketentuan bahwa ritel modern itu kudu menjual minimal 30% produk UMKM. Tetapi itu juga rupanya ditentang negara lain, dipermasalahkan oleh negara lain, dianggap itu diskriminasi," ujarnya.

Pemerintah kemudian mengubah pendekatan tersebut menjadi pola kemitraan antara ritel modern dan pelaku UMKM. Menurut Budi, skema tersebut justru membikin penetrasi produk lokal di ritel modern semakin besar.

Budi menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa produk UMKM Indonesia semakin bisa bersaing dan masuk ke kanal penjualan modern.

Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di area Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di area Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pantauan gerai ritel modern tetap buka meski kondisi tengah memanas, gerai ritel modern di area Setibudi, Jakarta Selatan, Senin (1/9/2025). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Pemerintah Dorong Akses Pasar UMKM

Budi mengatakan, pemerintah bakal terus membuka akses pasar bagi UMKM. Menurutnya, keahlian memproduksi peralatan saja tidak cukup jika pelaku upaya tidak mempunyai keahlian menjual produknya.

"Pemerintah terus bakal memberikan akses pasar buat Bapak-Ibu bisa produksi, tapi jika nggak bisa jualan juga, itu masalah, ya," sebut dia.

Karena itu, pemerintah menggandeng beragam pihak, termasuk platform digital, untuk membantu UMKM memperluas pemasaran.

"Sehingga kami mau terus memfasilitasi, bekerja sama dengan META, dan semua lembaga nan bisa membantu kita semua untuk meningkatkan penjualan kita," kata Budi.

Budi juga mengatakan produk UMKM saat ini telah mulai masuk ke beragam pusat perbelanjaan dan ritel modern. Dia menyebut Kementerian Perdagangan telah berkolaborasi dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

"Kita sudah berkolaborasi dengan Hippindo dengan Aprindo, jadi produk UMKM kita sekarang banyak dijual di mal, department store, ya. Di ritel modern sudah banyak," ucapnya.

Menurut Budi, pemerintah juga bakal terus memperkuat pemasaran produk lokal, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital.

Salah satunya melalui kerjasama dengan META Indonesia dan UKMIndonesia.id dalam training pemanfaatan kepintaran buatan (AI) untuk membantu UMKM memasarkan produknya.

Budi mengatakan, teknologi digital tidak hanya dapat digunakan untuk mendorong ekspor, tetapi juga memperkuat upaya UMKM di pasar domestik.

"Jadi kelak ada training gimana memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI ya. Cara kita berdagang seperti apa? Saya pikir dengan AI kelak lebih mudah kita bisa menembus pasar global. Memang ini orientasinya untuk ekspor. Tetapi kita namanya jualan, pasar di dalam negeri juga besar, berfaedah juga untuk di dalam negeri. Jadi kita pasarnya di dalam negeri dan pasar ekspor," pungkas Budi.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News