Pria Ditemukan Tewas Gantung Diri di Depok Ternyata Mahasiswa UI

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Depok -

Informasi dalam tulisan ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan indikasi depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak nan dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang laki-laki berinisial NJ (21) ditemukan tewas di sebuah bilik kos di area Kukusan, Beji, Depok. Korban diketahui merupakan mahasiswa Universitas Indonesia (UI).

"Betul, korban berjenis kelamin laki-laki, mahasiswa Program Studi Ilmu Komputer di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia," ujar Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan, saat dihubungi wartawan, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AKP Hendra memastikan korban meninggal bumi akibat bunuh diri. Hal ini diperkuat oleh hasil pemeriksaan Tim Inafis di tempat kejadian perkara (TKP).

"Iya, dengan tanda-tanda nan didapatkan di TKP (bunuh diri). Hasil sementara pemeriksaan Inafis di lapangan, ada tanda-tanda nan diduga korban bunuh diri," ungkapnya.

Korban ditemukan pada Senin (31/8/2026) pukul 18.30 WIB di Jalan H. Kodja, Kukusan, Beji, Depok. Peristiwa ini terungkap saat pemilik kos mendapat panggilan telepon dari kakak korban nan meminta tolong untuk mengecek kondisi adik kandungnya.

"Kakak korban meminta tolong untuk mengecek di dalam bilik kos korban lantaran sudah dua hari dihubungi family melalui telepon tidak ada jawaban," jelas Hendra.

Pemilik kos kemudian mendatangi dan mengetuk pintu bilik korban, tetapi tidak mendapat respons.

"Saat saksi membuka pintu bilik nan rupanya tidak dikunci, korban sudah dalam posisi telungkup," tambahnya.

Atas peristiwa tersebut, pemilik kos langsung melapor ke Polsek Beji untuk penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil identifikasi Polres Metro Depok, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Kondisi lidah tergigit dan leher terjerat tali rafia," ungkapnya.

Pihak family telah membikin surat pernyataan menolak tindakan autopsi luar maupun dalam. Keluarga korban memilih mengikhlaskan dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah.

(dvp/aik)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News