ilustrasi(Antara)
Pihak berkuasa Australia resmi mendakwa seorang laki-laki asal Montenegro atas dugaan ancaman bom tiruan dalam penerbangan rute Sydney menuju Kuala Lumpur. Insiden nan memicu kepanikan ini dilaporkan oleh Kepolisian Federal Australia (AFP) pada Selasa (23/6).
Pria berumur 44 tahun tersebut ditangkap di Bandara Sydney pada Minggu (21/6). Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima info mengenai adanya dugaan ancaman bom di dalam pesawat milik maskapai Turkish Airlines nan sedang bersiap untuk lepas landas.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan pihak berwenang, kejadian bermulai saat seorang awak kabin menanyai tersangka mengenai perangkat elektronik nan dibawanya. Saat itulah, laki-laki tersebut diduga mengaku mempunyai peledak di dalam pesawat.
Mendengar laporan tersebut, kapten pilot segera mengambil tindakan darurat dengan mengarahkan pesawat kembali ke gerbang (gate). Petugas kepolisian kemudian naik ke pesawat untuk mengamankan dan mengeluarkan laki-laki tersebut dari penerbangan.
Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, kapten pesawat memberikan kesaksian kepada polisi bahwa perangkat elektronik nan dicurigai tersebut sebenarnya hanyalah sebuah pengisi daya ponsel nirkabel (wireless charger).
Konsekuensi Hukum dan Dampak
Tersangka sekarang menghadapi satu dakwaan mengenai tindakan nan menakut-nakuti keamanan penerbangan. Berdasarkan norma nan bertindak di Australia, dia terancam balasan maksimal berupa denda sebesar 10.500 dolar Australia alias setara dengan Mata Uang Rupiah sekitar 110 juta (asumsi kurs 1 dolar AS = 15.000 Mata Uang Rupiah).
Peringatan Otoritas: Superintendent Detektif AFP, Davina Copelin, menegaskan bahwa hoaks peledak bukan merupakan perkara sepele. Tindakan tersebut menyebabkan gangguan operasional nan signifikan, memicu respons darurat nan mahal, serta mengalihkan sumber daya kepolisian dari ancaman keamanan nan jauh lebih serius.
Hingga saat ini, pihak kepolisian terus mendalami motif di kembali pernyataan tersangka guna melengkapi berkas investigasi sebelum diserahkan ke pengadilan. (Ant/E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·