Pria di NTT Bunuh Istri karena Kesal Dimintai Uang Beli Seragam Sekolah Anak

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi KDRT. Foto: Africa Studio/Shutterstock

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial OMR namalain Orpa (37) tewas ditusuk suaminya sendiri berinisial MLPG namalain Marthen (42) di Desa Raenyale, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/6) sekitar pukul 01.00 WITA.

Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis mengatakan, kasus ini berasal saat korban meminta duit untuk membeli seragam sekolah anak mereka.

Pelaku saat itu mengungkit duit support Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp1,4 juta nan sebelumnya telah diberikan kepada istrinya. Keduanya pun terlibat cekcok lantaran korban merasa tidak pernah menerima duit tersebut.

"Terjadi cekcok mulut lantaran perbedaan pendapat mengenai duit nan diminta korban. Korban disebut tidak mengakui telah menerima biaya support tersebut," kata Paulus dalam keterangannya, Jumat (12/6).

Pertengkaran itu kemudian berujung pada tindak kekerasan. Polisi menduga pelaku mengambil pisau nan berada di tempat tidur dan menggunakannya untuk menyerang korban.

"Terjadi tindak pidana KDRT nan mengakibatkan korban meninggal dunia. Pelaku diduga menikam korban menggunakan pisau nan berada di dalam kamar," ujarnya.

Saat kejadian, anak korban nan berumur 14 tahun mendengar bunyi erangan dari dalam kamar. Remaja tersebut kemudian berlari meminta support kepada tetangganya, Albertina Teni.

Sejumlah penduduk nan berdatangan berupaya memberikan pertolongan. Namun, pintu bilik dalam keadaan terkunci dari dalam sehingga penduduk tidak dapat langsung masuk.

Menurut polisi, penduduk juga sempat mendengar pelaku menakut-nakuti agar tidak ada nan mendekat lantaran tetap memegang senjata tajam.

Tak lama kemudian, pelaku keluar dari bilik dan mendatangi rumah tetangganya. Di hadapan warga, dia mengaku telah membunuh istrinya.

"Pelaku kemudian menyerahkan diri dan langsung diamankan oleh personil kepolisian," kata Paulus.

Motif Pembunuhan

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, motif sementara diduga dipicu pertengkaran mengenai permintaan duit untuk kebutuhan seragam sekolah anak mereka.

Polres Sabu Raijua telah mengamankan pelaku beserta sejumlah peralatan bukti untuk kepentingan penyidikan.

Barang bukti nan disita antara lain sebilah pisau dengan panjang sekitar 19 sentimeter bergagang kayu berwarna hitam serta busana nan dikenakan korban saat kejadian.

Sementara itu, hasil pemeriksaan tim medis UPTD Puskesmas Seba menemukan luka tusuk pada bagian dada kiri korban. Selain itu, terdapat luka pada jari tengah tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan nan diduga terjadi saat korban berupaya menangkis serangan.

Kasus tersebut sekarang tetap dalam penanganan Satreskrim Polres Sabu Raijua untuk proses norma lebih lanjut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan