Pria di Kaltim Tewas Terbakar saat Padamkan Karhutla

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Polisi tetap menyelidiki kejadian tersebut dengan mengumpulkan keterangan sejumlah saksi untuk melengkapi kronologi kejadian.

Asriadi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menghadapi kebakaran lahan dan tidak memasuki area rawan tanpa perlengkapan pelindung nan memadai.

"Masyarakat ditegaskan untuk menghentikan total segala corak aktivitas pembukaan lahan pertanian dengan langkah membakar selama musim tandus ekstrem," kata Asriadi.

Berdasarkan info awal, kebakaran di Kelurahan Sidodadi pada Selasa, 13 Oktober 2026 itu menghanguskan lahan seluas sekitar 700 meter persegi. Informasi mengenai kebakaran dan adanya korban diterima petugas sekitar pukul 13.50 WITA.

Salah seorang saksi mata, Rusli, mengatakan api tiba-tiba membesar dan berubah arah akibat angin kencang di letak kejadian.

"Kami memandang kobaran api mendadak membesar dan berubah arah secara sigap akibat hembusan angin kencang di letak lahan," kata Rusli.

Menurut Rusli, korban nan berada di bagian atas perbukitan tidak sempat menyelamatkan diri ketika api mengepung area tersebut.

Asap tebal juga dilaporkan menyelimuti letak kejadian. Korban diduga mengalami sesak napas hingga pingsan sebelum terjebak dalam kobaran api.

Pemerintah Kota Samarinda berbareng abdi negara keamanan berkomitmen meningkatkan patroli di wilayah rawan karhutla untuk mencegah kejadian serupa kembali menimbulkan korban jiwa.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑