Pria di Cengkareng Ditebas Sajam hingga Tangan Nyaris Putus

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Jakarta -

Kasus pembacokan kembali terjadi di Cengkareng, Jakarta Barat (Jakbar). Kali ini, seorang pemuda berjulukan Axel terluka parah di tangan akibat ditebas senjata tajam (sajam).

Sekretaris RW 16 Kapuk, Aan, mengatakan penganiayaan itu bermulai saat korban berbareng dua rekannya, Fajar dan Samuel, hendak pulang usai berkumpul di area Pasar Rakyat Cengkareng pada Kamis (3/9) awal hari.

Ketika melintas di area Pasar Dangdut, Kapuk, mereka berhadapan dengan pelaku nan tak sengaja terjatuh dari kendaraannya. Saat itu juga pelaku menganiaya korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin lantaran merasa malu alias gimana, pelaku itu enggak suka, kemudian korban dipukuli," kata Aan.

Ketiga pemuda itu berupaya menyelamatkan diri dengan lari ke arah rumah mereka. Namun, sesampainya di sekitar area RT 23 dan RT 08, para pelaku nan diduga memanggil rekan-rekannya kembali mengejar korban dengan membawa sajam.

"Di saat arah pulang di sekitaran RT 23 (antara RT 23 alias RT 8), pelaku itu sudah nyusul lagi dengan membawa senjata tajam. Itu sudah bawa teman," kata Aan.

Pengejaran pun berlanjut. Dua rekan korban sukses lolos. Sayangnya, Axel tertinggal di letak hingga menjadi sasaran pembacokan.

"Korban atas nama Axel ini enggak bisa lari, tertinggal. Akhirnya kena sabetan sajam (pada bagian tangan) nan menurut keterangan berbentuk parang," kata Aan.

Saat ini, Axel tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cengkareng untuk persiapan tindakan operasi akibat luka berat nan dialaminya.

"Kondisi lengannya nyaris putus," tuturnya.

Aksi penganiayaan dan keributan di jalanan semacam ini bukan pertama kalinya terjadi di wilayah permukiman tersebut. Dalam beberapa bulan terakhir, kejadian serupa sudah dua kali menimpa warga.

"Kalau kejadian serupa ini bukan pertama kalinya. Kalau dalam waktu dekat, beberapa bulan terakhir ini, ini kedua kalinya," ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cengkareng, Kompol Rahis Fadillah mengatakan, pihaknya tetap menyelidiki kasus ini nan berasal dari kesalahpahaman di lokasi.

"Saat ini kami tetap periksa saksi masalah selisih mengerti di TKP," tutur Rahis.

(jbr/mei)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News