
Timnas Voli Putri Indonesia di SEA Womens V Cup 2026. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)
MEDIA asal Vietnam, The Thao 247, menyoroti rotasi asing nan dilakukan Tim Nasional (Timnas) Voli Putri Indonesia saat tumbang 1-3 dari Vietnam di leg I SEA Womens V Cup 2026. Pasalnya media Vietnam tersebut, termasuk para pengamat Tanah Air terlihat kebingungan dengan strategi nan dilakukan pembimbing Marcos Sugiyama.
Dalam pertandingan Timnas Voli Putri Indonesia vs Vietnam, skuad Merah Putih sebenarnya sempat mengejutkan publik lewat penampilan gemilang di set pembuka. Kemenangan meyakinkan sukses diamankan anak asuh pembimbing Marcos Sugiyama dengan skor 25-20 berkah efektivitas blok dan serangan tajam.
1. Eksperimen Rotasi Ekstrem
Namun, momentum positif itu kandas dijaga secara konsisten ketika mesin poin Vietnam mulai panas dan memberikan tekanan kembali nan masif. Pertahanan rapat serta ragam serangan musuh membikin kubu Indonesia kesulitan keluar dari tekanan pada set-set berikutnya.
Menyadari timnya tertinggal, pembimbing Marcos Sugiyama melakukan serangkaian rotasi pemain nan cukup pusing kepala sepanjang sesi pertandingan. Mulai dari memasukkan Venisa Dwi Oktavian hingga Syelomitha Wongkar, pembimbing mencoba beragam langkah demi membongkar pertahanan lawan.
Timnas Voli Putri Indonesia. (Foto: SAVA/Instagram indonesian_volleyball)
Puncak penelitian strategi terjadi pada set keempat ketika posisi pemain dirombak secara drastis di tengah lapangan. Mediol Yoku digeser ke posisi opposite, Putri Agustin mengisi koridor luar, hingga pergantian tosser dari Tisya Amallya kepada Arneta Putri.
Kendati perombakan pemain dilakukan secara masif untuk mengubah ritme permainan, strategi tersebut belum bisa memberikan solusi instan. Pertahanan kukuh Vietnam nan diperkuat oleh kembalinya Tran Thi Bich Thuy membikin barisan hitter Indonesia semakin frustrasi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·