Presiden Prabowo Instruksikan Edukasi Karhutla hingga Tingkat Bawah

Sedang Trending 17 menit yang lalu
Presiden Prabowo Instruksikan Edukasi Karhutla hingga Tingkat Bawah Karhutla di Belitung Timur.(Dok. Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto menginstruksikan jejeran pemerintah untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat guna mencegah munculnya titik api di tengah kondisi cuaca ekstrem nan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden menekankan pentingnya sosialisasi nan berkepanjangan hingga ke tingkat masyarakat paling bawah. Hal ini bermaksud agar aktivitas nan berpotensi memicu kebakaran rimba dan lahan (karhutla) dapat dihindari sepenuhnya.

“Beliau memberikan penekanan kepada kami semua untuk memberikan terus-menerus, tidak bosan, edukasi kepada masyarakat kita sampai ke level nan paling bawah,” ujar Prasetyo dalam keterangan resminya di Palangka Raya, Sabtu (22/8).

Prasetyo menjelaskan, edukasi menjadi krusial lantaran kondisi cuaca nan sangat kering saat ini membikin api sangat mudah menjalar dan membesar. Pemerintah berupaya mencegah masyarakat melakukan aktivitas nan berisiko memicu api di lingkungan nan rawan terbakar.

“Menghindari kegiatan-kegiatan nan dapat menyebabkan potensi munculnya api nan dalam kondisi seperti sekarang bakal sangat rawan lantaran bisa membesar dan merugikan kita semua,” tambahnya.

Pantau Langsung di Kalimantan

Presiden Prabowo dilaporkan memonitor langsung penanganan karhutla dengan mengunjungi Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Dalam dua rapat koordinasi nan digelar, Presiden menerima laporan mendalam mengenai perkembangan situasi serta kebutuhan mendesak di lapangan.

Selain langkah preventif melalui edukasi, pemerintah juga menyiapkan solusi konkret agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan langkah membakar. Salah satu langkah strategis nan diambil adalah penyediaan support perangkat berat.

Prasetyo menyebut bahwa meskipun terdapat patokan wilayah nan mengatur praktik pembukaan lahan tertentu, perihal tersebut bukan berfaedah pembakaran lahan diperbolehkan. Oleh lantaran itu, pemerintah tengah membahas penyesuaian patokan agar pembukaan lahan dilakukan tanpa api, dengan support peralatan dari negara.

“Kalau perkaranya adalah masyarakat kita memerlukan untuk membuka lahan, maka pemerintah bakal datang dalam corak nan lain dengan memberikan bantuan, misalnya ekskavator-ekskavator nan diperlukan,” jelas Mensesneg.

Presiden telah memutuskan untuk melakukan penguatan dan penambahan unit perangkat berat guna memfasilitasi masyarakat dalam mengelola lahan secara kondusif dan ramah lingkungan. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia