Presiden Perintahkan Waka BGN Investigasi, Tertibkan Dapur SPPG Jelek

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah agar dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan tidak sesuai ditertibkan.

Hal ini terungkap usai rapat kerja dengan personil Kabinet Merah Putih, Eselon I Kementerian dan Lembaga, serta para Dirut BUMN, saat menyalami Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S Deyang, kemarin.

"Presiden perintahkan agar dapur-dapur nan jelek alias tidak mengikuti juknis ditertibkan," kata Nanik dikutip Kamis (9/4/2026).

Nanik pun melaporkan ke Presiden bahwa suspend alias penutupan sementara untuk SPPG-SPPG nan tidak sesuai juknis, menimbulkan kejadian luar biasa (KLB), termasuk juga jika ada mitra nan melakukan mark up nilai bahan baku serta memonopoli suplier, dan lain lain.

"Bagus lanjutkan terus," kata Presiden sembari mengacungkan jempol seperti ditirukan Nanik.

Tak hanya memerintahkan penertiban SPPG, Prabowo juga meminta agar pemberian MBG diarahkan ke para penerima faedah nan memang kudu diperbaiki gizinya.

"Jadi jika anak-anak orang mampu, kan tidak memerlukan MBG lantaran orangtuanya sudah bisa memberi makanan bergizi nan baik di rumahnya," jelas Nanik sembari menambahkan bahwa dia bakal membentuk tim untuk menyisir penerima MBG agar tepat sasaran dan tidak mubazir.

Presiden juga menekankan agar penyelenggaraan MBG tidak dilakukan secara memaksa, khususnya bagi golongan masyarakat bisa maupun sekolah nan menyatakan tidak memerlukan program tersebut tidak boleh dipaksa untuk menerima.

"Presiden menyampaikan bahwa program ini tidak boleh dipaksakan. MBG kudu difokuskan kepada anak-anak nan betul-betul memerlukan perbaikan gizi," jelas Nanik.

Menurut Nanik, pendekatan berbasis kebutuhan menjadi kunci agar program ini betul-betul efektif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi golongan rentan.

"Kami mau memastikan MBG tepat sasaran dan memberi akibat nyata. Karena itu, pengawasan dan pertimbangan bakal terus kami perkuat agar program ini melangkah optimal," tutup Nanik.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News