Awaludin
, Jurnalis-Jum'at, 06 November 2026 |07:30 WIB

Presiden Paraguay, Santiago Pena (Foto: Mauro Pimentela/AFP)
JAKARTA - Presiden Paraguay, Santiago Pena mengundurkan diri setelah gelombang dorongan pemakzulan dan demonstrasi besar-besaran, menyusul kolapsnya lembaga finansial digital Ueno. Krisis tersebut menyebabkan sekitar 3 juta pengguna kehilangan akses terhadap rekening mereka.
Keputusan pengunduran diri Pena diumumkan melalui pidato nan direkam dalam video. Ia menyebut langkah tersebut diambil demi menjaga stabilitas negara, perdamaian sosial, serta keberlangsungan lembaga kerakyatan di Paraguay.
"Saya melakukan ini dengan mempertimbangkan stabilitas negara kita, perdamaian sosial, dan kebutuhan untuk melestarikan lembaga-lembaga kerakyatan kita," kata Pena, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (6/11/2026).
Pengunduran diri tersebut terjadi ketika tekanan politik terhadap pemerintahannya semakin meningkat. Pihak oposisi sebelumnya menggelar sidang luar biasa di Kongres untuk memulai proses pengajuan pemakzulan terhadap Pena.
Situasi semakin susah setelah Pena kehilangan support dari sejumlah personil partainya sendiri nan berpatokan konservatif. Wakil Presiden Pedro Alliana dijadwalkan mengambil alih kedudukan presiden setelah pengunduran diri tersebut.
Pena, nan dikenal sebagai sekutu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menghadapi tuduhan serius dari personil parlemen. Ia dituding terlibat bentrok kepentingan, penyalahgunaan biaya pensiun, hingga dugaan upaya menutupi persoalan kelembagaan nan berangkaian dengan kolapsnya Ueno.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·