
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)
LE MANS – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez menatap akhir pekan balap di MotoGP Prancis 2026 dengan kewaspadaan tinggi. Pembalap asal Spanyol tersebut memprediksi balapan di Sirkuit Le Mans kelak bakal sangat sulit, lantaran bakal ada banyak variabel nan susah ditebak, terutama mengenai aspek cuaca nan sering kali memberikan kejutan di Prancis.
Setelah kekuasaan lima kemenangan beruntun Ducati di Le Mans dipatahkan oleh Johann Zarco pada balapan basah MotoGP 2025 lalu, Marquez sekarang kembali dengan ambisi besar namun dalam situasi nan menantang. Hingga empat seri pembuka MotoGP 2026, dia belum sekalipun mencicipi podium Grand Prix dan tertahan di ranking kelima klasemen, tertinggal 44 poin dari Marco Bezzecchi (Aprilia).
1. Hadapi Cuaca Ekstrem
Performa Marquez musim ini tetap naik-turun. Setelah kemenangan gemilang di Sprint Jerez, dia justru terjatuh pada balapan utama hari Minggu.
Meski begitu, hasil tes resmi hari Senin memberikan secercah angan setelah dia sukses menduduki posisi keempat di belakang barisan Aprilia.
Marc Marquez. (Foto; Ducati Corse)
“Le Mans adalah lintasan nan saya sukai dan tahun lampau saya sudah sangat sigap di sini dengan Desmosedici,” ungkap Marquez, dilansir dari Crash, Jumat (8/5/2026).
Namun, Marquez menyadari tantangan alam nan mengintai. Laporan cuaca memprediksi potensi angin besar petir pada hari Sabtu dan hujan ringan di hari Minggu.
“Ini bakal menjadi akhir pekan dengan banyak ketidaktahuan. Cuaca mungkin bakal memberi kami kejutan,” tambahnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin Sport lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·