Prancis vs Senegal: Misi Balas Dendam Les Bleus

Sedang Trending 5 hari yang lalu
 Misi Balas Dendam Les Bleus timnas Prancis(AFP)

TIM nasional (timnas) Prancis mengusung misi menebus kegagalan masa lampau saat menghadapi Senegal dalam laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Rabu (17/6).

Pertemuan itu menjadi pembuktian bagi 'Les Bleus' untuk tidak mengulang memori kelam jenis 2002 sekaligus memberikan bingkisan perpisahan manis bagi sang pelatih, Didier Deschamps.

Kekalahan mengejutkan 0-1 dari Senegal pada laga pembuka Piala Dunia 2002 silam, saat Prancis berstatus sebagai juara bertahan, menjadi pelajaran berbobot nan tidak mau diulangi.

Kini, Prancis nan datang dengan status runner-up Piala Dunia 2022 dipastikan bakal tampil lebih waspada demi mengamankan poin penuh sejak fase awal. Laga itu juga menandai awal dari tarian terakhir Didier Deschamps. Juru strategi berumur 57 tahun tersebut telah memutuskan untuk mundur dari jabatannya setelah turnamen ini usai.

Deschamps berkeinginan menutup pekerjaan kepelatihannya dengan trofi tertinggi, melengkapi pencapaian luar biasanya nan pernah menjuarai Piala Dunia baik sebagai pemain pada 1998 maupun sebagai pembimbing pada 2018.

Langkah Prancis menuju putaran final terbilang mulus setelah melewati babak kualifikasi tanpa tersentuh kekalahan, lewat catatan lima kemenangan dan satu hasil imbang.

Sepanjang tahun ini, performa mereka juga meyakinkan dengan menumbangkan Brasil 2-1, Kolombia 3-1, dan Irlandia Utara 3-1, meski sempat tersandung 1-2 dari Pantai Gading saat menurunkan tim eksperimental pada awal Juni lalu.

"Setiap Piala Dunia mempunyai ceritanya sendiri dan kami kudu memastikan cerita kali ini seindah mungkin. Tentu saja, sebagai Prancis kami mempunyai sebuah status dan ada banyak ekspektasi di sekitar kami. Namun kami kudu menunjukkan rasa hormat dan kerendahan hati sejak awal," ujar Deschamps seperti dikutip dari SuperSport.

Di kubu lawan, Senegal datang dengan reputasi sebagai salah satu kekuatan utama Afrika setelah memenangi Piala Afrika 2025, sebelum gelar tersebut dicabut oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). "Singa Teranga" didikan Pape Thiaw juga mempunyai rekor pembuka nan cukup baik di Piala Dunia, termasuk kemenangan 2-1 atas Polandia pada 2018, meski kudu takluk 0-2 dari Belanda pada laga pertama jenis 2022.

Persiapan Senegal menjelang turnamen itu sempat diwarnai hasil minor. Setelah menang meyakinkan atas Peru 2-0 dan Gambia 3-1 pada Maret, mereka takluk 2-3 dari Amerika Serikat akhir Mei lampau dan menutup laga uji coba dengan hasil seri tanpa gol kontra Arab Saudi. Kendati demikian, Senegal menegaskan tidak bakal gentar menghadapi nama besar Prancis.

"Kami menghadapi salah satu tim terkuat di sepak bola dunia, sebuah tim dengan kualitas dan pengalaman nan luar biasa. Namun kami juga mempunyai kekuatan kami sendiri dan kami bakal melakukan segala kemungkinan untuk siap menghadapi tantangan tersebut," tegas pembimbing Senegal, Pape Thiaw. (Ndf/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia