Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan makna di kembali logo HUT ke-500 Jakarta nan bakal dirayakan pada tahun depan. Menurut dia, logo tersebut mempunyai makna jika Jakarta merupakan kota global.
"Simbolnya menunjukkan simbol kota global," ujar Pramono usai Perayaan HUT Jakarta ke-499 di area Bundaran HI, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menilai Jakarta sekarang tidak lagi membandingkan diri dengan kota-kota lain di Indonesia, melainkan dengan beragam kota besar dunia.
Ia mengungkapkan hasil survei terbaru dari sebuah lembaga di Brussels menempatkan Jakarta di ranking ke-53 dari 100 ibu kota dunia. Pramono mengungkap capaian tersebut apalagi menempatkan Jakarta di atas sejumlah kota besar dunia.
"Bagi saya nan paling krusial lebih bagus dari Washington DC, termasuk Abu Dhabi. Saya dulu membayangkan Abu Dhabi lebih bagus daripada kita, rupanya Jakarta di survei itu lebih bagus," ujarnya.
Pramono mengatakan capaian tersebut memacu Pemerintah Provinsi DKI untuk terus mendorong Jakarta menjadi kota dunia nan tercermin dalam logo HUT ke-500 Jakarta.
Ia mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga terus membuka akses kerja sama dengan beragam kota dan negara, termasuk memperluas konektivitas penerbangan internasional.
"Saya setiap berjumpa dengan pimpinan, apakah itu wali kota, gubernur, apalagi menteri dari luar, saya menyampaikan silakan datang ke Jakarta. Sekarang Jakarta bakal memberikan beragam kemudahan," ujar Pramono.
Ia mencontohkan pembukaan rute penerbangan baru dari Kelantan menuju Jakarta, setelah sebelumnya hanya tersedia rute dari Penang dan Kuala Lumpur. Pembukaan rute penerbangan baru dianggap menjadi tanda semakin terbukanya Jakarta.
Selain menarik kunjungan dari luar negeri, Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan training bahasa asing bagi tenaga kerja nan bakal diberangkatkan ke luar negeri.
"Jadi ada nan ke Jepang, ada nan ke Kuala Lumpur, ada nan ke Jerman, dan itu selalu kita latih bisa berkata wilayah (setempat)," ujarnya.
Menurut dia, keahlian bahasa menjadi salah satu kelemahan bagi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Padahal, tenaga kerja Indonesia di luar negeri dikenal pekerja keras dan loyal.
"Salah satu kelebihan orang mencari, contoh perawat, dari Jakarta alias dari Indonesia, lantaran mereka rata-rata adalah orang pekerja keras, loyal. Tetapi salah satu kelemahannya adalah bahasa, sehingga sebelum mereka semua berangkat, jika melalui Jakarta, kita training dulu untuk bahasa (daerah setempat)," ujar Pramono.
(dhz/end)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·