Pramono Tunjuk Cinta Laura jadi Duta Pilah Sampah Jakarta

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Pramono Tunjuk Cinta Laura jadi Duta Pilah Sampah Jakarta Aktris Cinta Laura.(Dok. Antara)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menunjuk aktris dan aktivis lingkungan, Cinta Laura Kiehl, sebagai Duta Pilah Sampah Jakarta. Hal tersebut diumumkan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat Car Free Day (CFD) di area Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (7/6/2026).

Pramono menjelaskan bahwa pemilihan Cinta Laura didasari oleh rekam jejak telah menerapkan budaya memilah sampah secara berdikari di lingkungan keluarganya sejak lama. Pramono menegaskan, kehadiran duta ini bermaksud untuk mentransformasi izin pemerintah, ialah Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Sampah, agar menjelma menjadi sebuah aktivitas sosial (social movement) nan organik di tengah masyarakat.

"Apa nan mau kami lakukan dengan mempunyai ambassador seperti Cinta Laura adalah membangun habit alias perilaku masyarakat. Memilah sampah itu bukan hanya lantaran ada Ingub Nomor 5 Tahun 2026, tetapi memang sudah menjadi aktivitas bersama," ujar Pramono.

Pramono menambahkan, kampanye pemilahan sampah dari hulu ini sengaja diintegrasikan ke dalam ruang-ruang publik strategis seperti CFD Kuningan dan CFD Sudirman-Thamrin. Pihaknya menargetkan aktivitas pilah sampah ini sudah dapat mengakar di seluruh lapisan masyarakat sebelum seremoni Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jakarta pada akhir Juni mendatang.

"Saya pengin betul-betul aktivitas pilah sampah ini bukan aktivitas nan hanya musiman lantaran adanya Ingub, tetapi sudah menjadi aktivitas kebersamaan seluruh lapisan, mulai dari horeka (hotel, restoran, kafe) sampai dengan masyarakat terbawah," tegasnya.

Sementara itu, Cinta Laura menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan nan diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta. Cinta Laura menyentil kebiasaan generasi muda perkotaan nan dinilai sering mengeluhkan persoalan lingkungan, seperti polusi udara dan kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) nan kelebihan muatan, namun minim tindakan nyata.

"Saya rasa kita sebagai masyarakat Jakarta, terutama anak muda, mempunyai kecenderungan untuk mengeluh. Mengeluh bahwa jalanan kotor, polusi udara memarah, TPA tidak bisa menampung sampah. Tapi nan semestinya kita lakukan bukanlah menyalahkan, melainkan mengubah kebiasaan kita," kata Cinta Laura.

Cinta mengingatkan bahwa tanggung jawab terhadap sampah konsumsi tidak serta-merta lenyap setelah peralatan dibuang ke tempat sampah. Menurutnya, pemilahan sampah dari rumah merupakan kunci vital agar sistem daur ulang (recycling) nan disediakan pemerintah dapat melangkah optimal.

"Ayo kita miliki tanggung jawab, mari kita ubah habit-habit jelek kita, dan mari kita pelan-pelan secara konsisten melakukan perihal baik agar kita bisa memandang perubahan nan nyata di kota Jakarta ini," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia