Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebut bakal menunggu pengarahan pemerintah pusat mengenai pembangunan Giant Sea Wall sebagai antisipasi banjir rob.
"Kalau mau menyelesaikan secara menyeluruh dan jangka panjang, maka Giant Sea Wall itu sangat diperlukan. Dan kami menunggu pengarahan dari pemerintah pusat, dan tentunya kami berambisi mudah-mudahan segmen Jakarta ini bisa segera dimulai," kata Pramono di Jakarta Pusat, Kamis (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono menyatakan bahwa banjir rob di Jakarta sebenarnya sudah relatif tertangani melalui adanya tanggul pesisir.
"Kalau di Jakarta sendiri, sebenarnya kita kan sudah membangun apa... tanggul-tanggul pesisir. Kalau di Jakarta sendiri sebenarnya relatif sudah tertangani. Dan jika kemudian ada banjir rob dan sudah berulang kali, kita bisa mengatasi itu," jelasnya.
Pada awal tahun ini, Pramono telah menyatakan rencana pembangunan Giant Sea Wall di Jakarta bakal dimulai pada September 2026.
"Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bulan September tahun ini," ujar Pramono, Selasa (20/1).
DKI Jakarta sendiri dilaporkan mendapatkan porsi pembangunan sepanjang 19 kilometer, setelah sebelumnya mendapatkan porsi 12 kilometer.
Sementara itu, Presiden RI Prabowo Subianto juga mengumumkan proyek Giant Sea Wall di pantai utara Jawa bakal segera dibangun. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8) lalu.
"Giant Sea Wall, tanggul-tanggul besar untuk mengamankan pantai utara pulau Jawa. Ini absolut kudu kita lakukan, jangan kita tunggu musibah datang," ujar Prabowo.
Prabowo mencontohkan Belanda nan membangun Giant Sea Wall sebagai prasarana perlindungan jangka panjang.
"Negara Belanda membangun prasarana perlindungan jangka panjang tanpa perlu menunggu bencana. Giant Sea Wall di Belanda sekarang melindungi jutaan masyarakat Belanda dan menjadi simbol keahlian teknologi nasional Belanda," katanya.
Namun, Giant Sea Wall ini diproyeksikan baru bakal selesai di 15 hingga 20 tahun ke depan.
"Ini waktu nan lama. Saya tidak tahu presiden ke berapa nan bakal meresmikan. Tapi, saya berkeinginan Presiden ke-8 bakal mulai proyek ini," lanjut Prabowo.
(mou/fra)
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·