
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut kapabilitas pompa di area Ancol, Jakarta Utara, ditargetkan meningkat menjadi 40.000 liter per detik guna memperkuat pengendalian banjir di wilayah pesisir tersebut.
Hal itu disampaikan Pramono saat meninjau Gedung Pompa Ancol, Selasa (7/4/2026), di tengah kondisi area Ancol, Pademangan Barat, dan Pademangan Timur nan dikenal rawan genangan.
Secara teknis, aliran air dari wilayah Pademangan dan Kemayoran mengalir ke Kali Ancol sebelum dipompa ke laut. Beban aliran turut bertambah lantaran sebagian debit dari Kali Ciliwung Gunung Sahari juga masuk ke sistem tersebut.
Pramono menjelaskan, sistem pompa di Ancol saat ini terbagi dua, ialah nan dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan nan dikelola Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Di sistem tata air pompa Ancol ini ada dua pengelola. Satu oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PU, dan satu lagi oleh Pemprov DKI Jakarta. Kapasitas pompa milik pemerintah pusat sekitar 40.000 liter per detik," ujarnya.
Sementara itu, kapabilitas pompa nan dikelola Pemprov DKI saat ini tetap sekitar 15.000 liter per detik. Ke depan, kapabilitas tersebut bakal ditingkatkan melalui penambahan unit pompa baru.
"Sedangkan nan dikelola Pemprov saat ini 15.000 liter per detik, dan bakal ditingkatkan menjadi 40.000 liter per detik," jelasnya.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·