Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah ego nan terlalu besar. Hal itu disampaikannya dalam aktivitas Halal Bihalal Paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).
“Salah satu kelemahan bangsa kita adalah, salah satu kelemahan bangsa kita egonya terlalu kegedean. Begitu jadi pemimpin, pemimpin nan lain nan sebelumnya nggak dilanjutkan. Kalau saya nggak. Semua saya lanjutkan,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan dirinya memilih melanjutkan beragam program dari gubernur-gubernur sebelumnya.
Ia mencontohkan, salah satu perihal nan sukses dilanjutkan adalah penguatan sektor kebudayaan Betawi. Menurutnya, beragam inisiatif nan telah dirintis sebelumnya sekarang mulai menunjukkan hasil.
“Dari Bang Yos (Sutiyoso), Bang Foke (Fauzi Bowo). Alhamdulillah untuk urusan Kebetawian juga udah selesai Bang Yos. Majelis Kaum Betawi sekarang sudah mau menjadi satu rukun. Dan kemarin Lebaran Betawi di Lapangan Banteng, Alhamdulillah melangkah dengan baik,” kata Pramono.
Selain itu, Pramono juga memastikan kelanjutan proyek peninggalan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ialah penyelesaian lahan Rumah Sakit Sumber Waras nan sempat menjadi polemik.
“Termasuk peninggalannya Pak Ahok, Rumah Sakit Sumber Waras nan dulu nyaris membikin Pak Ahok, minta maaf, menjadi punya persoalan hukum. Alhamdulillah sekarang sudah selesai. Kita sudah bahas, segera bakal kita bangun pada tahun ini Rumah Sakit Internasional Sumber Waras luasnya 3,6 hektare,” kata Pramono.
Pramono juga menyinggung proyek tiang monorel nan sempat mangkrak sejak era Sutiyoso.
“Satu lagi nan dari Bang Yos nan disampaikan kepada saya mengenai monorel. Maka kenapa secara unik ketika kita merapikan, menebang, memotong monorel nan jumlahnya 109 monorel tadi, saya memberikan kepada Bang Yos. Karena apa? Saya percaya peninggalan Bang Yos itu begitu banyak terutama di sektor prasarana dan transportasi, tetapi monorel ini menjadi beban beliau pasti,” ujar Pramono.
“Karena perubahan kebijakan nan ada di pemerintah pusat, bukan lantaran Bang Yos, lantaran perubahan kebijakan di pemerintah pusat,” sambung dia.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·