Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan wajah baru Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, usai pembongkaran 109 tiang monorel mangkrak dan perbaikan area sepanjang 3,8 kilometer rampung.
Peresmian dilakukan berbareng Ketua KPK Setyo Budiyanto dan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso di area Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (21/6).
Pramono mengatakan, penataan jalan tersebut menjadi salah satu proyek nan secara unik dia pantau sejak awal. Selain membongkar tiang monorel nan terbengkalai selama bertahun-tahun, Pemprov DKI juga melakukan perbaikan jalan dan trotoar di sepanjang koridor tersebut.
"Yang pertama, secara resmi Jalan Rasuna Said nan telah selesai direnovasi dengan panjang 3,8 kilometer, 109 tiang nan dipotong, secara resmi hari ini kita resmikan dan kita operasikan," kata Pramono.
Ia menyebut, penyelesaian proyek tersebut berasal dari komitmennya untuk menuntaskan persoalan tiang monorel mangkrak nan selama ini menjadi pemandangan di salah satu area upaya utama Jakarta.
"Ketika dibangun ini, terus terang saya mendapatkan inspirasi mandat dari Bang Yos, maka kenapa secara unik saya undang beliau. Karena memang pemancangan pada waktu itu dilakukan di era beliau, tetapi lantaran perubahan kebijakan pemerintah pusat dari rencananya monorel menjadi LRT. Jadi bukan salah beliau. Seribu persen bukan salah beliau lantaran perubahan kebijakan," ujarnya.
Pramono mengaku sempat berjanji kepada Sutiyoso untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
"Dan itulah nan kemudian menjadi tanggung jawab siapa pun nan jadi gubernur dan kebetulan saya menjadi gubernur. Saya bilang sama Bang Yos, 'Bang, bismillah bakal saya selesaikan,' dan alhamdulillah hari ini selesai," katanya.
Menurut Pramono, area Rasuna Said merupakan salah satu wajah Jakarta di mata bumi lantaran banyaknya instansi kedutaan besar nan berada di sepanjang jalan tersebut.
"Dan setiap saya ketemu duta besar, ketemu diplomat, nan dibicarakan pertama pasti selalu Rasuna Said. Mereka memberi apresiasi terhadap itu. Karena nyaris di jalan ini nan paling utama adalah kantor-kantor kedutaan besar. Sehingga ini bakal menjadi wajah baru Jakarta," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyebut penataan area Rasuna Said menggunakan anggaran sebesar Rp 91 miliar.
"Panjang jalan nan dilakukan perbaikan 3,8 kilometer dan juga biayanya Rp 91 miliar, bukan 100," kata Pramono.
Ia meyakini wajah baru Rasuna Said bakal menjadi salah satu landmark baru Jakarta.
"Saya percaya jalan ini bakal menjadi landmark baru bagi Jakarta lantaran semua orang memandang sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, apalagi di ujung ada anggrek nan dipasang secara khusus. Menurut saya menjadi lebih baik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, menjelaskan proses pembongkaran tiang monorel dimulai pada Januari 2026 dan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat.
"Kemudian dalam perjalanannya, kami bisa menebang sebanyak 109 tiang monorel. Dan alhamdulillah bisa kami selesaikan dalam waktu nan cukup singkat. Berkat support Pak Gubernur, kami menyelesaikan pembalakan tiang monorel dalam satu bulan," kata Heru.
Setelah pembongkaran dilakukan, Pemprov DKI menata ulang jalan nan sebelumnya terpisah oleh jejak bangunan monorel. Perbedaan elevasi antara jalur sigap dan jalur lambat juga diratakan sehingga koridor jalan menjadi lebih tertata.
"Kemudian tiang monorel kami tebang, perbedaan tinggi elevasi itu bisa kami selesaikan sehingga saat ini kondisinya menjadi rata. Alhamdulillah sekarang jalannya sudah rata semua dan trotoarnya juga sudah lebih indah, lebih baik," ujarnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·