Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One terbarunya.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memamerkan pesawat kepresidenan Air Force One terbarunya. Jet jumbo nan dulunya milik pemerintah Qatar ini telah dikonversi menjadi pesawat resmi kepresidenan AS, Jumat (19/6/2026). (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Pesawat baru ini menanggalkan warna eksterior biru telur asin unik era Kennedy nan ada pada pesawat lama, lampau menggantinya dengan tampilan nan lebih berani. Bagian perut pesawat dicat dengan warna biru tua dengan garis merah di atasnya. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Air Force One baru ini bakal melakukan terbang lintas selama seremoni Hari Kemerdekaan 4 Juli. Pesawat bingkisan dari Qatar ini berfaedah sebagai "jembatan" untuk mengangkut presiden sampai pesawat baru nan dipesan langsung dari Boeing tiba pada 2028. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Jet mewah Boeing 747 dari Qatar ini diterima Pemerintah AS pada tahun lampau untuk digunakan sebagai pesawat kepresidenan, meski muncul pertanyaan mengenai etika dan legalitas norma dalam menerima bingkisan semahal itu dari pemerintah asing. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Pada sisi kiri pesawat, tempat presiden naik, menampilkan stempel resmi kepresidenan, sementara bagian ekor pesawat dihiasi dengan bendera Amerika berukuran sangat besar. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Trump bersikeras sebelumnya bahwa dia tidak bakal menggunakan jet Qatar tersebut untuk penerbangan pribadi setelah lengser dari jabatannya. Sebagai gantinya dia bakal menyumbangkannya ke perpustakaan kepresidenan di masa mendatang. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Pihak Angkatan Udara AS menyatakan bahwa pesawat apa pun nan dianggap sebagai Air Force One kudu memenuhi persyaratan keamanan nan ketat. Sementara itu, pesawat Qatar tersebut dimodifikasi di bawah pendekatan teknik nan memprioritaskan kapabilitas inti. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·