Pramono Minta Data Mahasiswa yang Kehilangan KJMU karena Desil Dicek Ulang

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta melakukan pengecekan ulang terhadap mahasiswa nan kehilangan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) akibat perubahan desil. Ia mau memastikan mahasiswa nan sebelumnya menerima KJMU namun sekarang tidak lagi mendapatkan support lantaran perubahan desil betul-betul sesuai dengan kondisi mereka.

"Untuk Pemerintah DKI Jakarta, secara unik saya sudah minta kepada Ibu Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan rechecking secara langsung kepada para mahasiswa tersebut," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026).

Pramono mengaku menerima sejumlah masukan mengenai mahasiswa nan terdampak perubahan desil. Dia menyebut ada mahasiswa nan akhirnya tidak dapat melanjutkan kuliah setelah tidak lagi menerima KJMU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya juga banyak mendapatkan masukan bahwa kemarin katanya, kemarin ya saya juga bakal mengecek itu, ada 6 orang nan akhirnya tidak bisa melanjutkan kuliah lantaran tidak mendapatkan lagi KJMU," ujarnya.

Menurut Pramono, Pemprov DKI bakal mengecek nama-nama mahasiswa nan sebelumnya mendapatkan KJMU, tetapi sekarang tidak lagi menerima support setelah desilnya berubah.

"Nah, untuk itu, untuk Jakarta secara khusus, saya sudah minta kepada Kepala Dinas Pendidikan untuk melakukan pengecekan nama-nama nan desilnya berubah, dari nan dulu mendapatkan KJMU, sekarang tidak mendapatkan KJMU," jelasnya.

Pramono menegaskan pengecekan ulang diperlukan lantaran sistem KJMU di Jakarta berada dalam kewenangan Pemprov DKI. Penetapan penerima KJMU dilakukan berasas info nan tersedia, termasuk hasil pendataan BPS.

"Dan untuk itu dilakukan pengecekan, lantaran toh beda dengan wilayah lain. Untuk Jakarta, keputusan KJMU itu kan ada di kita, gitu. Berdasarkan info nan ada di hasil BPS tadi," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Utama BPS RI Zulkipli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan mengenai mahasiswa nan terdampak perubahan desil dan kehilangan beasiswa.

"Jadi sebenarnya sudah kita lakukan koordinasi dengan Kementerian Pendidikan ya, mengenai dengan teman-teman nan merasa keluar beasiswanya lantaran perubahan desil. Jadi sebenarnya ini sudah ada kerja sama untuk kita sama-sama mengecek ulang mengenai dengan perihal itu," kata Zulkipli.

Sebelumnya, persoalan desil menjadi sorotan lantaran berpengaruh terhadap sejumlah program support sosial dan pendidikan. Masyarakat nan merasa info desilnya tidak sesuai dapat mengusulkan verifikasi melalui akomodasi Cek Bansos.

(bel/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑