Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan obligasi wilayah alias 'Jakarta Bond' nan kembali diwacanakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Purbaya mempertanyakan urgensi publikasi utang tersebut andaikan kondisi finansial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap mempunyai biaya nan cukup.
"Ya nggak apa-apa, jika mau terbitin, terbitin aja, kan itu Pemda punya ini (strategi) sendiri," ujar Purbaya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).
Meski demikian, Purbaya mengingatkan pemerintah wilayah agar mempertimbangkan kebutuhan sebelum menarik utang baru.
"Cuma jika saya pikir, ini pandangan saya aja ya, jika uangnya kebanyakan, buat apa ngutang?" tegasnya.
Menurut Purbaya, keputusan publikasi obligasi wilayah pada dasarnya merupakan bagian dari kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, andaikan Pemprov DKI memang menilai pembiayaan melalui obligasi diperlukan, publikasi tersebut tetap dapat dilakukan sesuai ketentuan nan berlaku.
"Tapi jika memang terasa perlu, ya nggak apa-apa itu kan otonomi sendiri," ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali membuka rencana publikasi obligasi wilayah untuk mendukung pembiayaan pembangunan di Ibu Kota.
Rencana tersebut menjadi salah satu opsi pembiayaan pemerintah wilayah di tengah kebutuhan pendanaan beragam proyek pembangunan Jakarta.
Namun, publikasi obligasi wilayah tetap perlu mempertimbangkan keahlian fiskal wilayah serta kebutuhan pembiayaan nan hendak dibiayai melalui utang.
(chd/haa)
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·