Pramono: Lebih dari 60 Persen Populasi Ikan Sapu-Sapu Ada di Jakarta, Dominasi Perairan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai salah satu jenis ikan nan susah mati. Di beragam perairan, ikan ini kerap tetap memperkuat hidup apalagi ketika kondisi lingkungan sudah tidak lagi ideal bagi ikan lain.

Secara ilmiah, ikan sapu-sapu merujuk pada golongan ikan pleco, seperti Hypostomus plecostomus dan Pterygoplichthys. Ikan ini berasal dari Amerika Selatan, namun sekarang telah menyebar luas dan menjadi jenis invasif di beragam negara, termasuk Indonesia.

Lantas, apa nan membikin ikan ini begitu susah mati?

Berdasarkan kitab "Yuk Mengenal Ikan Sapu-sapu Sungai Ciliwung" karya Dewi Elfidasari nan dikutip Liputan6.com, Senin (13/4/2026), salah satu kelebihan utama ikan sapu-sapu adalah kemampuannya beradaptasi di lingkungan ekstrem.

Kondisi ekosistem sungai Amazon nan mempunyai keanekaragaman hayati dan persaingan tinggi antar jenis membikin ikan sapu-sapu mempunyai keahlian penyesuaian nan lebih tinggi.

Ikan ini dapat hidup di air keruh, tercemar, hingga perairan dengan kadar oksigen rendah. Bahkan, dalam kondisi tertentu, ikan sapu-sapu bisa memperkuat saat debit air menurun drastis alias nyaris mengering, situasi nan umumnya mematikan bagi ikan lain.

Berbeda dengan kebanyakan ikan, beberapa jenis sapu-sapu mempunyai keahlian mengambil oksigen tambahan dari udara. Mereka juga dapat menyimpan oksigen dalam tubuhnya. Kondisi ini membikin ikan sapu-sapu tidak sepenuhnya berjuntai pada oksigen terlarut di dalam air, sehingga tetap bisa hidup di lingkungan nan minim oksigen.

Ikan sapu-sapu termasuk omnivora oportunistik. Mereka dapat menyantap beragam jenis makanan, mulai dari alga, lumut, sisa organik, hingga organisme kecil.

Kemampuan tersebut pun membikin mereka tetap memperkuat meski sumber makanan terbatas. Tak heran jika ikan ini sering dijuluki "ikan pembersih" lantaran kebiasaannya menyantap kotoran di perairan.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita