Pramono Jawab Ketua DPRD DKI soal Integrasi LRT: TransJ Sudah Terhubung Semua

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Ketua Umum PMI Jusuf Kalla, Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani usai meresmikan gedung baru PMI DKI Jakarta, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons usulan Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin agar Pemprov DKI memperkuat jasa Mikrotrans sebagai transportasi pengumpan LRT Jakarta.

Pramono mengatakan Pemprov DKI telah memerintahkan Transjakarta untuk masuk ke seluruh titik nan menjadi bagian dari jalur LRT Jakarta.

“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk Transjakarta masuk di semua itu. Kalau memang Transjakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans, apakah itu Jaklingko dan sebagainya,” kata Pramono saat ditemui usai meresmikan Gedung PMI DKI Jakarta di Senen, Jakarta Pusat, Kamis (17/9).

Pramono mengatakan integrasi tersebut juga bakal diperkuat di Stasiun LRT Manggarai. Menurutnya, area tersebut bakal menjadi salah satu pusat transportasi baru lantaran diperkirakan melayani sekitar 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap hari.

“Paling banyak menggunakan KRL, nan kedua menggunakan LRT, dan kemudian Transjakarta. Maka dengan demikian sekarang ini nan bakal segera dilakukan adalah melakukan pembenahan untuk Manggarai agar bisa segera berfaedah dengan baik,” ujarnya.

Respons Usulan Pengolahan Air Laut Jadi Air Bersih

Warga mengisi air bersih ke dalam bak di sekitar Muara Angke, Jakarta Utara, Kamis (4/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam kesempatan nan sama, Pramono juga menjawab usulan Suhud mengenai pengolahan air laut menjadi air bersih untuk mengantisipasi kekeringan di Jakarta.

Suhud sebelumnya meminta Pemprov DKI mulai mempertimbangkan teknologi desalinasi. Menurutnya, langkah tersebut perlu diantisipasi lantaran Jakarta tengah menghadapi tandus panjang dan seluruh wilayah Jakarta sebelumnya berada dalam level hati-hati kekeringan berasas pemantauan BPBD DKI.

Pramono mengatakan pengolahan air laut menjadi air tawar dapat dilakukan andaikan pembangunan Giant Sea Wall segera dimulai.

“Untuk mengubah air laut menjadi air tawar dan bisa digunakan, maka salah satu perihal adalah Giant Sea Wall-nya segera dimulai,” kata Pramono.

Menurutnya, jika proyek tersebut berjalan, air payau alias air laut dapat menjadi salah satu sumber air nan kemudian diolah agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Dan untuk di Jakarta itu memang jika itu bisa dilakukan, maka suplai untuk air payau alias air tawar untuk kebutuhan diolah menjadi air nan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dengan mudah Pemerintah DKI Jakarta melalui PAM Jaya, kami siap untuk melakukan itu,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan