Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengimbau penduduk Jakarta terbuka dan membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam penyelenggaraan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan sensus tersebut tetap berjalan hingga 15 September 2026.
Hal itu disampaikan Pramono usai didata langsung oleh petugas BPS di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026). Pramono mengatakan dirinya telah memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus.
"Saya sudah menjawab secara apa adanya," kata Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono kemudian membujuk masyarakat Jakarta, khususnya nan tetap menutup diri, membantu petugas BPS dalam menjalankan tugas pendataan.
"Saya juga menghimbau kepada masyarakat di Jakarta untuk membantu BPS dalam rangka tugas mereka melakukan sensus, terutama bagi masyarakat-masyarakat nan tetap menutup diri," ujarnya.
Dia menegaskan penyelenggaraan sensus ekonomi merupakan tugas konstitusional. Menurutnya, masyarakat diminta memberikan info sesuai kondisi sebenarnya.
"Bahwa ini adalah tugas konstitusi nan diatur oleh konstitusi, dan masyarakat diminta untuk menyampaikan, memberikan jawaban apa adanya," tuturnya.
Pramono juga memastikan info nan dikumpulkan dalam sensus ekonomi tidak berangkaian dengan urusan perpajakan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi ekonomi di Jakarta.
"Ini tidak ada hubungan sama sekali dengan, misalnya, perpajakan ataupun dengan hal-hal lain. Ini betul-betul adalah Sensus Ekonomi untuk mengetahui potret tentang kondisi dan keadaan di Jakarta," jelasnya.
Sensus Ekonomi hingga 15 September
Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pusat Statistik (BPS) RI Zulkipli menyampaikan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta tetap terus dilakukan hingga 15 September mendatang. BPS bakal kembali mendatangi perusahaan alias pelaku upaya nan sebelumnya belum bisa ditemukan.
"Jadi sebenarnya kami sudah melakukan dari prelis nan ada itu sebesar 111% untuk kondisi DKI. Namun demikian, dari 111% itu tetap ada beberapa nan tidak kami temukan," kata Zulkipli.
Dia menjelaskan tetap terdapat sejumlah info nan perlu ditelusuri, termasuk arsip nan berada di tempat upaya nan belum ditemukan petugas.
"Nantinya bakal kita telusuri," ujarnya.
Zulkipli mengatakan petugas BPS bakal memanfaatkan waktu hingga 15 September untuk kembali mendatangi perusahaan nan belum terdata maupun nan belum ditemukan dalam daftar awal.
"Jadi kita harapkan bahwa masa nan sekarang ini, waktu-waktu nan sampai dengan tanggal 15 September nanti, kami bakal mendapatkan kembali, mendatangi kembali perusahaan-perusahaan itu, serta menemukan kembali nan tadinya belum ditemukan dalam prelis kami," imbuhnya.
(bel/zap)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·