Pramono Gratiskan Retribusi Pedagang Kramat Jati Selama 6 Bulan

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggratiskan retribusi bagi pedagang nan direlokasi ke letak bimbingan (Lokbin) Kramat Jati selama enam bulan. Kebijakan ini diberikan sebagai bagian dari penataan area Pasar Kramat Jati.

Pramono mengatakan retribusi pedagang di letak tersebut sebesar Rp 180 ribu per bulan alias sekitar Rp 6 ribu per hari. Selama enam bulan pertama, biaya tersebut tidak bakal dibebankan kepada pedagang.

"Per bulannya Rp 180.000. Rp 180.000 per bulan alias Rp 6.000 per hari. Itu nan digratiskan selama 6 bulan," kata Pramono saat meninjau Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono menjelaskan penataan dilakukan untuk mengembalikan kegunaan jalan dan ruang publik di area tersebut. Menurutnya, penataan pedagang Kramat Jati bukan perkara mudah lantaran aktivitas perdagangan di area itu telah berjalan sejak era 1970-an.

"Pembenahan ini terus terang tidak mudah lantaran ini sudah berjalan lebih dari 50 tahun, sejak awal tahun '70-an," ujarnya.

Pramono menyebut terdapat sekitar 614 hingga 640 pedagang nan bakal ditata. Pemprov DKI telah menyiapkan sejumlah letak untuk menampung para pedagang tersebut.

Sebanyak 331 pedagang bakal ditempatkan di Pasar Kramat Jati Sektor 7. Kemudian, 193 pedagang ikan diarahkan ke Lokbin Kramat Jati.

Selain itu, 45 pedagang kue bakal ditempatkan di Lokbin Cililitan dan 45 pedagang lainnya bakal diarahkan ke pasar lain nan dikelola Perumda Pasar Jaya.

Pramono mengatakan proses relokasi memerlukan support dari para pedagang dan tokoh masyarakat. Dia berambisi penataan nan dilakukan dapat membikin area Kramat Jati menjadi lebih rapi tanpa menghilangkan mata pencaharian pedagang.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama ini membikin perihal nan mungkin dulu tidak pernah terbayangkan bisa diselesaikan, dapat diselesaikan dengan baik," katanya.

Selain relokasi, Pemprov DKI juga berencana mendorong pembentukan koperasi bagi para pedagang, khususnya pedagang ikan.
Pramono mengatakan koperasi tersebut nantinya dapat menjadi pemasok kebutuhan ikan untuk rumah sakit-rumah sakit nan dikelola Pemprov DKI.

"Koperasi inilah nan kemudian bakal menyuplai beberapa rumah sakit-rumah sakit nan dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, lantaran pasti di sini ikannya segar dan ikannya juga murah," ujarnya.

Pramono menegaskan penataan tidak semata-mata memindahkan pedagang, tetapi juga kudu memberikan ruang bagi mereka untuk tetap mencari nafkah dengan nyaman.

"Selain memberikan ruang untuk para pedagang bisa mencari nafkah sekaligus mengembalikan kegunaan jalan dan ruang publik," tuturnya.

(bel/maa)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑