Pramono Anung di Seminar Kebangsaan HKBP Menteng: Keluarga Kuat, Bangsa Kuat

Sedang Trending 13 menit yang lalu
Gubernur Jakarta Pramono Anung menghadiri IITS 2026 di Tribrata Hotel, Jakarta pada Kamis (20/8/2026). Foto: Argya Maheswara/kumparan

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Seminar Kebangsaan HKBP Menteng 2026 di Gedung Gereja HKBP Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/8). Pramono menjadi pembicara utama dalam aktivitas tersebut.

Dalam sambutannya, Pramono mengatakan bangsa nan kuat berasal dari komponen dasar nan kuat, ialah family katanya.

“Di mana pun sebuah bangsa itu bakal menjadi kuat jika komponen terdalamnya itu juga kuat. Elemen terdalamnya itu adalah keluarga,” kata Pramono dalam sambutannya, Sabtu (22/8).

Pada aktivitas tersebut, Pramono kemudian menyampaikan sejumlah pandangannya mengenai pembangunan Jakarta, termasuk soal pentingnya pemerintah memastikan pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

Ia menegaskan kebijakan efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan tiga perihal tersebut. Menurutnya, pendidikan dan kesehatan adalah aspek krusial bagi masyarakat nan mau memperbaiki hidup.

“Ada tiga perihal nan tidak boleh dipotong: satu, perihal nan berangkaian dengan pendidikan; nan kedua, perihal nan berangkaian dengan kesehatan; nan ketiga, perihal nan berangkaian dengan alas sosial,” jelas Pramono.

“Bagi masyarakat nan tidak beruntung ini, jika mereka mau mengubah nasibnya, maka paling utama adalah dua hal: pendidikan dan kesehatan. Dan tentunya sosial,” imbuhnya.

Pramono juga menyinggung soal pendidikan bagi family untuk mengubah hidup. Ia mencontohkan pengalamannya sendiri nan dapat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi lantaran beasiswa.

“Saya ini anaknya pembimbing SMA, tujuh bersaudara, enggak mungkin bisa sekolah S1, S2, S3 tanpa danasiwa dari pemerintah,” ujarnya.

Pramono meyakini jika pendidikan itu salah satu perihal nan dapat mengubah kondisi keluarga. Ia kemudian mencontohkan family orang Batak nan sering menganggap pendidikan adalah perihal nan utama.

Ia menilai seseorang nan sukses mendapatkan pendidikan tinggi dapat menjadi penggerak untuk mengubah nasib keluarga.

“Orang-orang Batak itu jika sekolah kan paling utama,” kata Pramono.

“Dia bisa menjadi lokomotif perubahan dalam keluarganya,” lanjut Pramono.

Pramono juga menilai pembangunan nan dilakukan pemerintah tentu memerlukan support masyarakat. Menurutnya, family dan masyarakat mempunyai peran untuk menciptakan perubahan.

“Tanpa support tidak mungkin, enggak mungkin nan namanya gubernur alias jejeran Balai Kota bekerja sendirian. Tapi dengan support ini saya meyakini inilah nan bakal mengubah wajah Jakarta,” kata Pramono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan