Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang menata area Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Penataan dilakukan dengan membongkar tiang monorel nan mangkrak selama bertahun-tahun, sekaligus merevitalisasi trotoar nan ada.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan wajah baru hasil penataan itu bakal diresmikan pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Jakarta namalain 22 Juni 2026 mendatang. Dia menyebut, Jalan Rasuna Said bakal seperti area Sudirman-Thamrin.
“Sekarang nan namanya monorel tanggal 22 Juni besok saya bakal resmikan dan saya bakal ajak Bang Yos, Jalan Rasuna Said Kuningan. Kita pedestrian jalannya itu pasti kayak Jalan Sudirman Thamrin,” kata Pramono dalam aktivitas Halalbihalal Paguyuban Jawa Tengah di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4).
“Dan itulah nan menjadi etalase baru bahwa Jakarta sekarang ini dalam membangun memang saya bukan orang nan banyak mau di medsos dan enggak lah, saya ini orang kerja aja. Dan itu terselesaikan,” tambah dia.
Revitalisasi trotoar dilakukan sepanjang 3,8 kilometer dengan lebar hingga 7 meter. Revitalisasi ini bermaksud meningkatkan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki, sekaligus mendorong pemanfaatan ruang publik nan lebih ramah dan tertata bagi masyarakat.
Sementara, total ada 109 tiang monorel mangkrak nan saat ini telah dibongkar oleh Pemprov DKI Jakarta. Pramono mengaku telah izin kepada Sutiyoso selaku Gubernur DKI Jakarta nan mencetuskan pembangunan monorel.
“Karena apa? Saya percaya peninggalan Bang Yos itu begitu banyak terutama di sektor prasarana dan transportasi, tetapi monorel ini menjadi beban beliau pasti. Karena perubahan kebijakan nan ada di pemerintah pusat, bukan lantaran Bang Yos, lantaran perubahan kebijakan di pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain penataan Rasuna Said, Pramono juga menyinggung sejumlah proyek lain nan merupakan kelanjutan dari program gubernur sebelumnya. Ia memastikan beragam proyek tersebut terus dilanjutkan dan diselesaikan.
“Yang dari Bang Yos selesai, Bang Foke (Fauzi Bowo) mengenai Majelis Kaum Betawi, alhamdulillah selesai. Pak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) nan berangkaian dengan Rumah Sakit Sumber Waras, Alhamdulillah selesai," ungkap Pramono.
Sementara, untuk program Anies Baswedan mengenai Jakarta International Stadium, saat ini Pramono juga tengah menyusun alur transportasi umum nan baik.
"Mas Anies (Anies Baswedan), legacy utama dia itu sebenarnya JIS, Jakarta International Stadium. Dulu jika ke JIS problem utamanya adalah macet, parkirnya susah, orang ke sana juga susah,” ujar Pramono.
“Maka sekarang ini alhamdulillah kita sekarang ini bulan depan, bulan Mei sudah meresmikan menghubungkan JIS dengan Ancol. Jadi kelak semua orang nan bakal ke JIS, maka parkirnya di Ancol. Di Ancol itu mau parkir mobil 10.000 juga nggak ada masalah. Termasuk motor dan sebagainya parkirnya di Ancol, ada jembatan penyeberangan kurang lebih 300 meter, orang bisa jalan kaki dan saya percaya JIS bakal menjadi salah satu etalase masa depan kita,” sambungnya.
Ia menambahkan, pembenahan akomodasi di JIS juga terus dilakukan, termasuk perbaikan kualitas rumput stadion agar lebih siap digunakan untuk pertandingan maupun aktivitas musik.
“Maka sekarang ini JIS menjadi rebutan untuk baik apakah itu aktivitas Persija maupun untuk konser. Problem-nya adalah rumput dan alhamdulillah urusan rumput sekarang sejenak lagi terselesaikan, kami menanam kurang lebih 3,5 hektare rumput untuk meng-cover itu. Sehingga jika pertandingan kemarin saya sudah panggil Persija maupun Dirut JakPro, hanya memerlukan 5 sampai 7 hari untuk recovery rumput nan ada di JIS,” papar Pramono.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·