Prajurit Kopassus Ditantang Wujudkan Survival Architecture Indonesia

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Survival Architecture Indonesia merupakan pendekatan ketahanan lingkungan dan pangan berbasis kawasan. Konsep ini mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, kompos, maggot, ayam petelur, kolam ikan, pemanfaatan air hujan, daya surya, kebun pangan, serta partisipasi aktif penduduk alias organisasi setempat.

Menurut Taufiq, prajurit komando mempunyai modal sosial nan sangat kuat untuk menjadi pelopor perubahan lingkungan. Disiplin, kepemimpinan, kekompakan, dan keahlian bekerja dalam sistem menjadi kelebihan nan dapat mempercepat keberhasilan penerapan aktivitas ini.

“Prajurit komando tidak hanya kuat dalam medan operasi. Prajurit komando juga bisa menjadi pelopor ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan sosial. Saya menantang Batalyon 14 untuk membuktikan bahwa Survival Architecture Indonesia bisa running well di lingkungan Kopassus Serang,” tambahnya.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah. Sampah organik nan selama ini sering dianggap sebagai masalah dapat diubah menjadi sumber daya, antara lain menjadi kompos, pakan maggot, pakan ayam dan ikan, serta pendukung kesuburan tanaman. Dengan pendekatan tersebut, lingkungan tidak hanya menjadi lebih bersih, tetapi juga lebih produktif dan mandiri.

Batalyon 14 Grup 1 Kopassus Serang diharapkan dapat menjadi salah satu model area komando nan menerapkan prinsip zero waste, ketahanan pangan, dan penemuan lingkungan secara terpadu. Jika melangkah konsisten, model ini dapat direplikasi ke satuan, komunitas, sekolah, pesantren, perkantoran, maupun wilayah permukiman lainnya.

Taufiq juga menyampaikan bahwa kehadirannya bukan untuk merasa lebih hebat, melainkan untuk berbagi pengalaman dari aktivitas mini nan telah melangkah di RT8 Malaka Jaya.

“Saya datang bukan untuk menggurui dan bukan merasa hebat. Saya hanya mau berbagi bahwa dari gang mini pun bisa lahir solusi besar. Semoga dari Batalyon 14 Kopassus Serang lahir aktivitas nan lebih kuat, lebih disiplin, dan lebih berakibat untuk Indonesia,” pungkasnya.

Melalui aktivitas ini, kerjasama antara unsur TNI, pemerintah daerah, komunitas, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kesadaran berbareng bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari ketahanan bangsa.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita