Bantah Ada Kekerasan, Polda Jabar Pastikan Tersangka Penyekapan Taufik Hidayat Diperlakukan Baik

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Bantah Ada Kekerasan, Polda Jabar Pastikan Tersangka Penyekapan Taufik Hidayat Diperlakukan Baik Petugas menggiring tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan berat Taufik Hidayat (tengah) setibanya di Polda Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/6/2026).(Antara)

POLDA Jawa Barat memastikan penanganan terhadap Taufik Hidayat namalain TH, tersangka dugaan penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang wanita di Kabupaten Bandung, melangkah sesuai dengan koridor norma nan berlaku. Pihak kepolisian menegaskan bahwa hak-hak tersangka tetap dipenuhi secara humanis selama proses pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes. Hendra R menjelaskan, sejak diamankan oleh tim gabungan, tersangka TH diperlakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) nan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. 

"Kepada tersangka, kami sejak tadi malam memperlakukannya secara SOP nan manusiawi," kata Hendra di Mapolda Jawa Barat, Bandung, Rabu (24/6).

Hal ini sekaligus membantah adanya kekerasan nan dilakukan pihak kepolisian kepada tersangka Taufik Hidayat nan diduga merebak imbas viralnya foto-foto tersangka dalam kondisi babak belur di media sosial.

Hendra kembali memastikan kepolisian berkomitmen menjaga profesionalitas dalam menginterogasi tersangka. Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, dipastikan tidak ada tindakan represif alias kekerasan bentuk nan dialami oleh TH selama berada di tangan penyidik.

"Kita sudah lakukan cek bentuk ke seluruh badan tersangka, dan dipastikan tidak ada corak kekerasan nan kita lakukan kepada nan bersangkutan," katanya. 

Bahkan, menurutnya tersangka telah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan setelah penangkapan.

Menurutnya langkah ini diambil untuk memastikan kondisi bentuk dan mental tersangka dalam keadaan baik sebelum menjalani investigasi lebih lanjut. 

"Rekan-rekan media bisa memandang sendiri, kondisi bentuk tersangka dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani. Kami juga sudah melakukan pemeriksaan psikologis awal terhadap nan bersangkutan," katanya.

Selain pemeriksaan fisik, lanjutnya, kepolisian juga melakukan tes urine untuk mendeteksi kemungkinan adanya pengaruh unsur terlarang alias narkotika pada diri tersangka saat melakukan tindakan kejinya. 

"Demikian juga untuk tes urin tersangka, hasilnya menunjukkan negatif," katanya.

Lebih lanjut, kepolisian belum mempunyai waktu nan cukup untuk menggali info dari pelaku. Hendra R mengakui pihaknya tetap terus mendalami motif dan mensinkronisasikan seluruh hasil penyelidikan di lapangan.

Menurutnya, tim interogator tetap memerlukan waktu untuk menggali lebih dalam perkara ini.

"Kami sudah menyampaikan kepada ketua bahwa tetap banyak nan kudu kami dalami, kami gali, dan sinkronisasikan mengenai dengan hasil dari penyelidikan serta penyidikan," kata Hendra.

Ia menjelaskan, salah satu halangan dalam pengumpulan info adalah kondisi psikis dan bentuk korban nan belum stabil meski berangsur membaik. Saat ini, korban tetap menjalani proses pemulihan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Kondisi korban sampai saat ini tetap belum pulih 100%, sehingga info nan bisa kita dapatkan dari nan berkepentingan tetap sangat minim," katanya. 

Lebih lanjut, Hendra memastikan luka-luka nan diderita korban merupakan hasil kekerasan nan terjadi dalam waktu nan lama. 

"Dokter forensik menyimpulkan bahwa ini merupakan corak luka hasil kekerasan nan terjadi dalam waktu nan cukup lama," katanya. (BY/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia