Prabowo Wacanakan 'Merger' Badan Geologi ESDM dan BMKG, Ini Alasannya

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto membuka wacana untuk menggabungkan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Wacana ini disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai penanganan musibah alam secara virtual di Istana Merdeka, Senin (7/9/2026). Dalam kesempatan itu, ratas juga dihadiri Kepala Badan Geologi Lana Saria dan Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani.

"Kepala Badan Geologi kelak saya kira kerja sama lebih erat dengan nan lain untuk monitor ini. Nanti kita pikirkan apakah Badan Geologi itu kudu diintegrasikan berbareng BMKG, tapi ya kelak kita telaah itu," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga menyoroti posisi Indonesia nan berada di area cincin api alias ring of fire. Kondisi itu membikin Indonesia mempunyai akibat terhadap beragam musibah termasuk gempa bumi dan erupsi gunung berapi.

Prabowo juga mengatakan beragam upaya untuk memitigasi musibah sudah disiapkan, meskipun pertimbangan tetap diperlukan untuk memperkuat langkah pemerintah menghadapi potensi bencana.

"Sementara saya lihat kita sudah buat maksimal. Ini semua menjadi bahan untuk kita merencanakan langkah ke depan," kata Prabowo.

Dia mengatakan menjelaskan bahwa aktivitas erupsi gunung di sejumlah wilayah juga bakal terus dipantau pemerintah. Seperti di Sumatra Utara, Jawa Timur, hingga Halmahera.

Merespons perihal ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia belum mau memberikan komentar mengenai penggabungan tersebut. Badan Geologi saat ini berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kementerian ESDM.

"Saya coba ngecek dulu ya lantaran tadi rapat saya telaah tentang ekonomi," katanya usai ratas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (7/9/2026).

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News