Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Indonesia Prabowo Subianto menjadi tamu kehormatan utama pada Forum Ekonomi Timur ke-9 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) waktu setempat. Tema forum nan turut dihadiri Presiden Rusia Vladimir Putin adalah "The Far East: Development for the Benefit of People".
"Saya kudu menyampaikan kepada Anda bahwa ini bukan hanya tema bagi Timur Jauh Rusia, ini juga merupakan mandat nan diberikan kepada saya oleh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.
Saat berbincang dalam St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) tahun lalu, Prabowo menjelaskan filosofi ekonomi Indonesia sebagai: realisme, pragmatisme, dan upaya mencapai kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang. Dia menekankan percaya pada bumi usaha, inisiatif, kreativitas, dan inovasi.
"Namun, kami juga percaya bahwa pemerintah kudu melindungi mereka nan lemah, mengelola sumber daya nasional dengan baik, memberantas korupsi, serta berinvestasi untuk kebutuhan jangka panjang rakyat dan bangsa," kata Prabowo.
"Itulah makna pembangunan untuk kepentingan rakyat bagi Indonesia: kebaikan terbesar bagi sebanyak-banyaknya orang," lanjut ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya.
Prabowo pun bilang jika pembangunan tidak boleh hanya memberikan faedah kepada segelintir orang. Pembangunan kudu diukur dari meja makan keluarga-keluarga masyarakat umum.
"Apakah anak-anak mendapatkan makanan bergizi, apakah petani dapat memperoleh pupuk dan menjual hasil panennya dengan nilai nan wajar, apakah family dapat tinggal di rumah nan layak?," kata Prabowo.
"Apakah generasi muda dapat memperoleh pekerjaan nan produktif, dan apakah listrik dapat menjangkau setiap rumah di setiap desa," lanjut mantan menteri pertahanan tersebut.
Semua itu, lanjut Prabowo, menjadi argumen Indonesia menggelar program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada seluruh anak dan ibu hamil, mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi, dan mempercepat hilirisasi industri agar sumber daya alam Indonesia dapat menciptakan industri, keterampilan, dan lapangan kerja nan baik di dalam negeri.
"Inilah argumen kami menginginkan pertumbuhan ekonomi nan lebih cepat, bukan pertumbuhan hanya demi pertumbuhan itu sendiri, melainkan pertumbuhan nan dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan menuju kehidupan nan bermartabat," ujar Prabowo.
Dia pun menilai Forum Ekonomi Timur ke-9 pada dasarnya mengusulkan pertanyaan mendasar nan sama dengan pertanyaan nan diajukan rakyat Indonesia.
"Bagaimana kekayaan besar suatu wilayah dapat diterjemahkan menjadi kehidupan nan lebih baik bagi masyarakat nan tinggal di sana," kata Prabowo.
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·