Prabowo Tiba di Pekanbaru, Bakal Cek Penanganan Karhutla di Sumatera

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, untuk meninjau penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra, Senin (24/8). Foto: Zamachsyari/kumparan

Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, untuk meninjau penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra, Senin (24/8).

Pantauan di lokasi, pesawat nan membawa Prabowo tiba sekitar pukul 11.00WIB. Terlihat dia mengenakan baju safari krem dengan topi biru disambut oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kemudian, dia menuju mobil Maung Komando untuk melakukan peninjauan.

Kedatangan Prabowo turut disambut dengan asap imbas Karhutla di sekitar letak nan menyebabkan suasana di sekitar tertutupi asap ringan di Lanud Roesmin Nurjadin.

Prabowo tiba didampingi oleh Mensesneg Prasetyo Hadi, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BIN Herindra.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau untuk kembali meninjau langsung penanganan kebakaran rimba dan lahan, Senin (24/8).

Teddy mengatakan, Prabowo mau memastikan langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.

“Bapak Presiden mau memastikan penanganan melangkah sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi memandang dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api betul-betul padam, dan seluruh keputusan nan telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Teddy dalam keterangannya, Senin (24/8).

Pesawat nan membawa Presiden Prabowo Subianto tiba di Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau, untuk meninjau penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Pulau Sumatra, Senin (24/8). Foto: Zamachsyari/kumparan

Menurut Teddy, perhatian Prabowo tidak berakhir pada upaya pemadaman. Kepala Negara juga menekankan pentingnya koordinasi antara pejabat lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur, Pangdam dan Kapolda kudu padu dalam mencegah kebakaran berulang. Bangun sistem pencegahan nan lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan nan sama setiap musim kemarau.

“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya kudu diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung alias sumber air, pengawasan permanen, penemuan awal hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan kudu dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Teddy.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan