Prabowo Teruskan Proyek Jalan Trans Papua, 2 Provinsi Ini Nyambung

Sedang Trending 22 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tetap terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua. Kali ini ruas jalan nan dibangun adalah dari Jayapura-Wamena.

Tujuan dari dibangunnya ruas jalan ini sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah pegunungan, memperkuat konektivitas, serta mendorong pemerataan pembangunan di Papua. Saat ini tengah dikerjakan Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 km nan menghubungkan wilayah Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan jalan dan jembatan merupakan fondasi untuk memperkuat konektivitas antarpusat pertumbuhan ekonomi.

"Pengembangan jaringan jalan dan jembatan nan menghubungkan kota, pulau, hingga wilayah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung area industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas," kata Dody dalam keterangannya.

Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim dibangun sebagai penghubung utama untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, sekaligus menurunkan nilai kebutuhan pokok di Papua Pegunungan, sehingga faedah pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kehadirannya diharapkan dapat mempermudah anak-anak menuju sekolah, mempercepat akses pasien ke akomodasi kesehatan, memperlancar pelayanan pemerintahan, hingga mempercepat pengedaran kebutuhan pokok. Dengan konektivitas nan semakin baik, biaya angkut peralatan diproyeksikan menurun sehingga nilai kebutuhan sehari-hari nan selama ini relatif tinggi akibat sulitnya akses transportasi dapat menjadi lebih terjangkau.

Pembangunan Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dengan sistem pembayaran berbasis jasa alias Availability Payment (AP). Pekerjaan bangunan ruas ini telah dimulai sejak Juli 2024 dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Hingga pertengahan Juli 2026, progres bentuk konstruksinya telah mencapai 51,59% dengan meliputi pekerjaan pembukaan dan pembentukan badan jalan, pembangunan struktur perkerasan jalan, drainase, jembatan, gedung pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim sepanjang 50,14 Km. (Dok. PT Hutama Mambelim Trans Papua)Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim sepanjang 50,14 Km. (Dok. PT Hutama Mambelim Trans Papua) Foto: Jalan Trans Papua Ruas Jayapura – Wamena Segmen Mamberamo – Elelim sepanjang 50,14 Km. (Dok. PT Hutama Mambelim Trans Papua)

Pembangunan Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim mempunyai tantangan nan berbeda dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Ruas ini melintasi area pegunungan dengan tebing curam, rimba lebat, curah hujan tinggi nyaris sepanjang tahun, serta potensi musibah alam seperti longsor. Mobilisasi perangkat berat dan material bangunan juga memerlukan waktu dan penanganan unik lantaran terbatasnya akses menuju letak pekerjaan.

Meski menghadapi tantangan alam nan berat, Kementerian PU terus mengupayakan percepatan pembangunan dengan tetap mengutamakan mutu bangunan dan keselamatan kerja, termasuk penerapan teknologi dan metode bangunan modern. Perencanaan trase dilakukan menggunakan teknologi survei RTK (Real-Time Kinematic) berbasis satelit GNSS nan dipadukan dengan survei LiDAR sehingga menghasilkan info topografi nan akurat. Selain itu, dilakukan survei geoteknik secara perincian sebagai dasar kreasi konstruksi, penyesuaian metode kerja terhadap kondisi medan dan cuaca, serta pengawasan mutu dan keselamatan kerja secara ketat.

Pada titik-titik nan mempunyai potensi longsor, dilakukan penanganan teknis berupa pembangunan sistem drainase lereng, stabilisasi tebing, pemasangan struktur penahan tanah pada letak tertentu, revegetasi, serta pemantauan kondisi lereng secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan dan keberlanjutan kegunaan jalan dalam jangka panjang.

Pembangunan Jalan Trans Papua ini juga memberikan faedah langsung bagi masyarakat sekitar melalui pelibatan tenaga kerja lokal. Hingga saat ini, sebanyak 116 tenaga kerja lokal alias sekitar 28% dari total pekerja proyek turut berkontribusi dalam proses pembangunan. Keterlibatan masyarakat tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus memastikan pembangunan prasarana memberikan faedah sejak proses bangunan berlangsung.

Melalui pembangunan Jalan Trans Papua, Kementerian PU tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga menghadirkan kesempatan nan lebih luas bagi masyarakat Papua untuk memperoleh jasa dasar, menumbuhkan aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan.

Sebagai catatan, Jalan Trans Papua adalah mega proyek prestisius nan digeber pembangunannya oleh Presiden RI sebelumnya Joko Widodo. Jalan Trans-Papua masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Ketika dicanangkan pembangunan pada 2015, Jalan Trans-Papua mempunyai panjang total 3.535 Km nan terbagi di dua provinsi ialah di Provinsi Papua sepanjang 2.465 Km dan Papua Barat sepanjang 1.070 Km.

Dalam arsip berjudul "Jalan di Indonesia: dari Sabang Sampai Merauke" nan disusun tim peneliti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), tujuan pembangunan Jalan Trans-Papua adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua, dengan meningkatkan akses serta konektivitas antar wilayah sehingga dapat membuka wilayah nan terisolasi.

Sejak akhir 2017, Jalan Trans-Papua di Papua Barat sepanjang 1.070,62 Km telah terhubung seluruhnya. Ruas Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen masing-masing ialah segmen I Sorong - Maybrat - Manokwari (594,81 Km) dan segmen II Manokwari - Mameh - Wasior - Batas Provinsi Papua (475,81 Km). Kedua segmen Trans Papua tersebut bisa dilalui dengan waktu tempuh sekitar 36 jam.

Sementara itu, pada 2018 Jalan Trans Papua sudah sukses tembus Merauke - Boven Digoel sepanjang 430 Km. Secara keseluruhan selama pemerintahan Jokowi telah sukses membangun Jalan Trans-Papua sepanjang lebih dari 3.446 km. Rinciannya dengan kondisi teraspal sepanjang 1.733 km, belum teraspal 1.712 km, dan belum tembus 16 km.

Pada 2024 ini, Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR tengah konsentrasi untuk menyelesaikan ruas Jayapura-Wamena sepanjang 575 Km melewati 2 kabupaten ialah Keerom dan Yalimo. Selain itu, PUPR juga sukses melakukan Penandatanganan Perjanjian Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura-Wamena Segmen Mamberamo-Elelim sepanjang 50,14 Km di Provinsi Papua Pegunungan pada Juli 2024 lalu.

(wur/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News