Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden RI Prabowo Subianto akan mengunjungi Sumatra memandang langsung penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla).
"Presiden Prabowo Subianto bakal melanjutkan kunjungan ke Sumatra, nan bakal dimulai dari Provinsi Riau, untuk memastikan penanganan karhutla melangkah cepat, terpadu, dan efektif," kata Mensesneg Prasetyo Hadi dalam keterangannya, Senin (24/8).
Pras menyebut kunjungan ini merupakan komitmen Prabowo memastikan negara datang dan memberikan perlindungan kepada masyarakat nan terdampak karhutla dan kabut asap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Sabtu (22/8) lalu, Prabowo juga mengunjungi Kalimantan. Dari hasil kunjungan tersebut, Prabowo memastikan langkah tanggap darurat melangkah optimal.
Ia mengatakan upaya percepatan telah membuahkan hasil lewat penambahan armada water bombing, penebalan personel darat dari unsur TNI, Polri, dan Manggala Agni, serta penyiagaan akomodasi kesehatan bagi warga.
"Selain itu, Presiden juga telah menginstruksikan tindakan tegas tanpa kompromi, di mana abdi negara penegak norma telah memulai proses penyelidikan terhadap sejumlah area konsesi korporasi nan terbukti terbakar maupun lalai dalam menjaga lahannya," ujarnya.
Ia juga menyampaikan konsentrasi penanganan sekarang bakal diperluas ke Sumatra, khususnya Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan.
Berdasarkan info SiPongi Kementerian Kehutanan, terdapat 2.894 hotspot di 10 provinsi di Sumatra, dengan konsentrasi tertinggi di Sumatra Selatan sebanyak 1.410 titik, Riau 480 titik, dan Jambi 425 titik. Luas lahan terbakar di 10 provinsi Sumatra pada 2026 tercatat mencapai 36.047,64 hektare.
Pras juga menyampaikan pemerintah terus memperkuat operasi terpadu melalui pemadaman darat, pengerahan personel, patroli, water bombing, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Penanganan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya untuk memadamkan api, tetapi juga mencegah munculnya titik api baru serta melindungi masyarakat dari akibat kabut asap.
"Pemerintah juga terus memantau kualitas udara, terutama lantaran Pekanbaru tercatat mempunyai AQI 225 alias kategori sangat tidak sehat, sementara Jambi dan Palembang masing-masing berada pada AQI 187 dan 180," ujar dia.
Pras menyebut Prabowo juga memastikan seluruh jajaran, mulai dari pemerintah daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kehutanan, TNI, Polri, Manggala Agni, hingga unsur masyarakat, bergerak dalam satu komando.
Ia menekankan bahwa kondisi lahan gambut mendapat perhatian unik lantaran api dapat menjalar di bawah permukaan dan kembali muncul, sehingga memerlukan pemadaman, pembasahan, dan penyisiran secara berulang.
"Pengawasan areal konsesi dan penegakan norma terhadap pihak nan terbukti menyebabkan alias membiarkan terjadinya kebakaran juga bakal diperkuat," ucap dia.
(mnf/ugo)
17 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·