Presiden Prabowo Subianto menargetkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW) dapat terealisasi dalam waktu kurang dari tiga tahun. Hal ini dia ucapkan dalam Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp Monumen Operasi Lintas Laut Jawa, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).
Menurut Prabowo, sasaran ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Indonesia sebagai bangsa nan berdikari dan berdiri di atas kaki sendiri.
“Kita launching, dan saya percaya mungkin kurang dari 3 tahun kita bakal sampai (target). 100 gigawatt,” ucap Prabowo dalam sambutannya di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).
Ia pun membandingkan sasaran tersebut dengan program swasembada pangan. Prabowo mengatakan sebelumnya memberikan sasaran empat tahun untuk mencapai swasembada pangan. Tetapi tim ekonomi, pertanian, dan pangan sukses mencapainya dalam waktu satu tahun.
“Berarti jika saya kasih sasaran 3 tahun untuk tim energi, ya… 2 tahun lah. Kalau sukses 2 tahun, tim daya dapat bintang lagi,” tutur Prabowo.
Prabowo juga menekankan pencapaian kapabilitas listrik tenaga surya 100 GW bakal didukung oleh potensi daya lain nan dimiliki Indonesia, seperti panas bumi, ladang gas nan telah ditemukan, serta peningkatan produksi minyak.
“Kita tidak boleh impor lagi satu barel pun minyak. Kita tidak boleh impor lagi, insyaallah dalam waktu sesingkat-singkatnya, satu tabung LPG pun kita tidak boleh impor lagi. Menteri ESDM? Sanggup?” imbuh Prabowo.
Prabowo hari ini meluncurkan sekaligus melakukan peletakan batu pertama alias groundbreaking PLTS berkapasitas 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa (25/8).
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan PLTS mencapai 30 GWp. Di sisi lain, pemerintah juga menargetkan penghentian operasional pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dengan kapabilitas total 13 GW.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·